- tvOnenews-Ilham Giovani
Pelatih Kamboja Ungkap Peran Keisuke Honda di Balik Transformasi Angkor Warriors Jelang Lawan Timnas Indonesia
Bogor, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Kamboja, Koji Gyotoku, mengungkap salah satu faktor yang membuat perkembangan sepak bola skuadnya semakin pesat dalam beberapa tahun terakhir. Menjelang duel menghadapi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, pelatih asal Jepang itu menyoroti besarnya pengaruh filosofi sepak bola Negeri Sakura terhadap skuad Angkor Warriors.
Timnas Kamboja dijadwalkan menghadapi Indonesia pada laga pembuka Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor pada Senin (27/7/2026). Pertandingan tersebut menjadi ujian penting bagi kedua tim dalam membuka peluang lolos ke babak berikutnya.
Dalam konferensi pers sebelum pertandingan, Koji Gyotoku mendapat pertanyaan mengenai perkembangan pesat Timnas Kamboja. Menurutnya, perubahan yang terjadi tidak berlangsung secara instan, melainkan merupakan hasil dari proses panjang yang telah dimulai beberapa tahun lalu.
Salah satu fondasi perubahan tersebut adalah masuknya filosofi sepak bola Jepang ke dalam sistem pembinaan Kamboja. Pendekatan itu tidak hanya diterapkan pada aspek teknis permainan, tetapi juga menyentuh pembentukan mentalitas para pemain.
Transformasi tersebut diawali ketika legenda sepak bola Jepang, Keisuke Honda, dipercaya menangani Timnas Kamboja sebagai manajer umum atau manajer kepala. Sejak saat itu, arah perkembangan sepak bola Kamboja perlahan berubah dengan mengadopsi banyak pendekatan dari Jepang.
Kini, estafet pengembangan tersebut diteruskan oleh Koji Gyotoku. Pelatih berusia 61 tahun itu berusaha mempertahankan filosofi yang telah dibangun sekaligus menyesuaikannya dengan karakter para pemain Kamboja.
Menurut Koji, perkembangan sepak bola Kamboja juga terbantu oleh semakin banyaknya pemain yang berkarier di Jepang. Pengalaman tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap kualitas individu maupun kekuatan tim secara keseluruhan.
"Kini kami juga memiliki lebih banyak pemain yang berkarier di Jepang. Hal tersebut sangat menggembirakan karena perkembangan individu para pemain turut mendorong kemajuan tim secara keseluruhan," ujar Koji Gyotoku dalam konferensi pers jelang laga, Minggu (26/7/2026).
Meski banyak mengadopsi filosofi Jepang, Koji menegaskan Kamboja tidak ingin kehilangan identitas sepak bolanya sendiri. Ia berharap perpaduan antara dua karakter tersebut dapat menjadi kekuatan baru bagi tim nasional.
Menurutnya, filosofi Jepang akan lebih efektif apabila dipadukan dengan karakteristik pemain-pemain Kamboja. Dengan cara itu, Timnas Kamboja diyakini dapat terus berkembang dan tampil lebih kompetitif di level Asia Tenggara.
"Harapannya, perpaduan antara filosofi sepak bola Jepang dan karakter sepak bola Kamboja dapat terus membawa tim menjadi lebih baik," tegas pelatih 61 tahun tersebut.
Selain perubahan filosofi permainan, Timnas Kamboja juga diperkuat sejumlah pemain naturalisasi yang menambah kualitas skuad. Kehadiran mereka membuat pilihan pemain yang dimiliki Koji semakin beragam di berbagai posisi.
Dari Jepang, terdapat nama Yudai Ogawa yang menjadi salah satu andalan di lini tengah Angkor Warriors. Selain itu ada Hikaru Mizuno yang telah resmi menjadi warga negara Kamboja dan kini memperkuat sektor gelandang.
Koji juga memiliki Takaki Ose yang turut menambah pengalaman di lini tengah. Ketiga pemain berdarah Jepang tersebut menjadi bukti kuatnya hubungan sepak bola kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.
Tak hanya mengandalkan pemain naturalisasi asal Jepang, Kamboja juga memiliki sejumlah pemain dari negara lain. Di antaranya Alisher Mirzaev asal Uzbekistan, Iago Bento dari Brasil, hingga Abdel Kader Coulibaly yang berasal dari Pantai Gading.
Dengan kombinasi filosofi sepak bola Jepang, kehadiran pemain naturalisasi, serta proses pembinaan yang terus berjalan, Timnas Kamboja kini menjadi lawan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Timnas Indonesia pun dipastikan harus tampil maksimal apabila ingin mengawali perjalanan di ASEAN Hyundai Cup 2026 dengan kemenangan.
(igp/hfp)