- FAM
FAM Akhirnya Minta Maaf soal Skandal 7 Pemain Timnas Malaysia, Ada Janji Tegas agar Kasus Tak Terulang
Jakarta, tvOnenews.com - Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) akhirnya menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada para pendukung Harimau Malaya terkait skandal dokumen tujuh pemain keturunan yang mengguncang sepak bola Malaysia sejak tahun lalu. Presiden FAM yang baru, Datuk Ab Ghani Hassan, memastikan persoalan serupa tidak boleh kembali terjadi selama dirinya memimpin federasi tersebut.
Permintaan maaf itu disampaikan Ab Ghani atas nama seluruh jajaran pengurus dan Komite Eksekutif (Exco) FAM yang baru dilantik setelah dirinya terpilih sebagai presiden pada 17 September 2026. Ia mengatakan pembenahan administrasi pemain tim nasional menjadi salah satu perhatian utama kepemimpinannya.
"Saya mewakili seluruh pengurus FAM hari ini untuk meminta maaf kepada seluruh penggemar sepak bola Malaysia atas masalah pemalsuan dokumen tujuh pemain warisan yang terjadi tahun lalu," kata Ab Ghani dalam konferensi pers di Wisma FAM, Kelana Jaya dikutip dari media Malaysia, Kosmo, Rabu (30/9/2026).
Ab Ghani menegaskan FAM akan memperketat proses pemeriksaan dokumen pemain yang akan memperkuat tim nasional Malaysia. Ia juga berkomitmen memastikan kasus yang sama tidak kembali mencoreng sepak bola Negeri Jiran.
"Oleh karena itu, saya telah memberikan komitmen selama masa kepemimpinan saya di FAM bahwa masalah seperti ini tidak akan dibiarkan terjadi lagi," ujarnya.
Skandal tersebut sebelumnya membuat FAM dan tujuh pemain mendapat hukuman dari FIFA setelah ditemukan pelanggaran terkait dokumen kewarganegaraan dan kelayakan pemain. FIFA pada September 2025 menyatakan FAM menggunakan dokumen yang telah diubah untuk mengajukan pemeriksaan kelayakan tujuh pemain tersebut.
Tujuh pemain yang terseret perkara itu adalah Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Arrocha, Jon Irazabal, dan Hector Hevel. Mereka sebelumnya tampil untuk Malaysia, termasuk ketika menghadapi Vietnam pada Kualifikasi Piala Asia 2027 pada 10 Juni 2025.
Kasus tersebut kemudian berlanjut hingga Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) pada Maret 2026. CAS menyatakan pelanggaran pemalsuan dokumen kelayakan terbukti dan mempertahankan hukuman larangan bermain selama 12 bulan dalam pertandingan resmi bagi tujuh pemain, sementara denda terhadap FAM sebesar 350 ribu franc Swiss tetap berlaku.
Di tengah upaya memperbaiki tata kelola FAM, Ab Ghani juga akan menemui Menteri Dalam Negeri Malaysia Datuk Seri Saifuddin Nasution Ismail. Pertemuan tersebut ditujukan untuk memperoleh perkembangan terbaru mengenai status paspor ketujuh pemain yang terseret dalam kasus tersebut.
"Masalah yang berkaitan dengan kewarganegaraan dan penerbitan paspor berada di luar yurisdiksi FAM," tutur Ab Ghani.
"Oleh karena itu, kita semua akan mencari klarifikasi dan bekerja sama erat dengan Kementerian Dalam Negeri untuk menemukan solusi terbaik," sambungnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya kepengurusan baru FAM untuk memulihkan kepercayaan publik setelah kontroversi panjang yang melibatkan tujuh pemain keturunan tersebut. Sebelumnya, Ab Ghani juga menyatakan ingin memperkuat tata kelola FAM dan melakukan pembaruan setelah terpilih untuk memimpin federasi hingga akhir periode 2025-2029. (fan)