- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Penuh Kejanggalan, Jurnalis Eropa Sindir Kelakukan AFC usai Malaysia Masuk Nominasi Association of the Year: Sangat Konyol
Jakarta, tvOnenews.com - Keputusan AFC memasukkan FAM Malaysia dalam nominasi Association of the Year menuai kritik dari jurnalis investigasi Prancis, Romain Molina. Ia mempertanyakan pencalonan tersebut di tengah kasus yang melibatkan tujuh pemain naturalisasi Malaysia.
Molina menyampaikan kritik itu melalui akun X pribadinya. Ia menilai pencalonan FAM sulit dipahami setelah federasi tersebut terseret kasus pemalsuan dokumen pada 2025.
“AFC sungguh konyol,” tulis Molina saat menanggapi nominasi tersebut. Ia kemudian mempertanyakan dasar keputusan AFC memasukkan FAM sebagai kandidat penghargaan.
“Bagaimana mungkin Asosiasi Sepak Bola Malaysia bisa masuk dalam daftar kandidat penghargaan Association of the Year, padahal pada 2025 mereka terbukti bersalah karena memalsukan kewarganegaraan tujuh pemain?” lanjutnya.
Molina juga menyoroti pesan yang muncul dari keputusan tersebut. “Seolah-olah korupsi dan tindakan melanggar aturan justru mendapat dukungan,” ujarnya.
Sebagai informasi, Molina merupakan jurnalis investigasi independen asal Prancis. Ia pernah menulis untuk sejumlah media internasional, termasuk The Guardian, The New York Times, dan BBC.
Sementara itu, kasus yang disinggung Molina telah melalui proses di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Pada 5 Maret, CAS menolak banding FAM terkait denda sebesar 350.000 franc Swiss atau sekitar Rp7,6 miliar.
CAS juga mengubah hukuman larangan bermain selama 12 bulan terhadap tujuh pemain yang terlibat. Sanksi itu berlaku untuk pertandingan kompetitif resmi, bukan seluruh aktivitas sepak bola mereka.
Ketujuh pemain tersebut adalah Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel. Kasus ini menjadi sorotan dalam pembahasan mengenai kepatuhan terhadap regulasi sepak bola.
Di tengah kontroversi tersebut, FAM tetap masuk nominasi penghargaan AFC. Namun, alasan resmi di balik pencalonan itu perlu merujuk pada penjelasan penyelenggara agar dapat dipahami secara utuh.
Pada penghargaan ini, Indonesia juga tercatat dalam nominasi penghargaan AFC melalui PSSI. Berdasarkan pengumuman resmi AFC, PSSI masuk kategori Bronze untuk penghargaan pengembangan sepak bola akar rumput.
Indonesia akan bersaing dengan Kamboja dan Myanmar dalam kategori tersebut. Nominasi ini menjadi kesempatan bagi PSSI untuk memperoleh pengakuan atas pengembangan sepak bola di tingkat akar rumput.
Namun, PSSI tidak masuk nominasi AFC Member Association of the Year. Sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Thailand, Vietnam, dan Malaysia, justru masuk dalam kategori penghargaan tersebut.
Thailand dan Vietnam menjadi kandidat kategori Diamond bersama China. Sementara itu, Malaysia masuk nominasi kategori Gold bersama India dan Hong Kong.
(sub)