- AFC
Heboh FAM Masuk Nominasi Terbaik AFC meski Kena Sanksi FIFA, Sekjen AFC Bongkar Fakta Sebenarnya
Jakarta, tvOnenews.com - Fakta mengejutkan terungkap di balik masuknya Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dalam nominasi asosiasi sepak bola terbaik Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) 2026. FAM ternyata lolos ke daftar kandidat secara otomatis karena hanya ada tiga federasi yang mengajukan diri untuk penghargaan tersebut.
Pengakuan itu disampaikan Sekretaris Jenderal AFC, Windsor John, sebagaimana dilaporkan media Malaysia, New Straits Times, Selasa (20/10/2026). Penjelasan tersebut mencuat setelah nominasi FAM menuai kritik lantaran federasi itu sebelumnya tersandung kasus pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia
Windsor mengungkapkan bahwa seluruh federasi yang mendaftar sebelum tenggat waktu langsung mendapatkan tempat dalam daftar nominasi. Tidak ada persaingan untuk memperebutkan tiga posisi kandidat pada tahap tersebut.
"Hanya tiga asosiasi anggota yang mengirimkan aplikasi mereka sebelum batas waktu, dan kami membutuhkan tiga nominasi dalam kategori tersebut, jadi FAM secara otomatis masuk daftar pendek," kata Windsor dikutip dari New Straits Times.
- AFC
Dengan demikian, keberadaan FAM dalam daftar nominasi bukan berarti federasi sepak bola Malaysia itu telah dinilai sebagai salah satu yang terbaik di Asia. Penilaian untuk menentukan pemenang masih harus dilakukan oleh panel berdasarkan sejumlah kriteria yang ditetapkan AFC.
FAM akan bersaing dengan Asosiasi Sepak Bola Hong Kong dan Federasi Sepak Bola Seluruh India (AIFF) dalam kategori AFC Member Association of the Year (Gold). Pemenangnya dijadwalkan diumumkan pada AFC Awards 2026 di Bangkok, Thailand, pada 19 November mendatang.
Meski demikian, masuknya FAM dalam nominasi tersebut tetap menjadi sorotan karena rekam jejak federasi itu dalam setahun terakhir. Kontroversi muncul setelah FIFA menjatuhkan hukuman terkait pemalsuan dokumen kelayakan tujuh pemain keturunan Malaysia.
Pada September 2025, FIFA menjatuhkan denda sebesar 350.000 franc Swiss kepada FAM setelah menemukan pelanggaran dalam proses pendaftaran pemain. Ketujuh pesepak bola yang terlibat juga mendapatkan sanksi denda dan larangan bermain selama 12 bulan.
FAM sempat mengajukan banding, tetapi Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tetap mempertahankan denda yang dijatuhkan kepada federasi tersebut pada Maret 2026. CAS hanya mengubah cakupan hukuman tujuh pemain menjadi larangan tampil dalam pertandingan resmi, bukan seluruh aktivitas sepak bola.
Situasi tersebut membuat nominasi FAM mendapat perhatian dari jurnalis investigasi asal Prancis, Romain Molina. Melalui akun X miliknya, Molina mempertanyakan keputusan AFC dan menyebut badan sepak bola Asia tersebut sebagai "lelucon".
Menanggapi polemik itu, Windsor menegaskan bahwa nominasi dan penentuan pemenang merupakan dua proses berbeda. Ia menjelaskan bahwa penilaian AFC tidak hanya berfokus pada tata kelola organisasi, tetapi juga berbagai aspek pengembangan sepak bola.
"Terdapat berbagai kriteria dalam penilaian para nomine. Misalnya, sebuah asosiasi anggota dapat memperoleh nilai nol dalam tata kelola dan administrasi tetapi memperoleh nilai tinggi dalam kriteria lain seperti sepak bola wanita, pengembangan akar rumput, dan kompetisi."
Windsor juga memastikan AFC tidak memiliki alasan untuk menolak pendaftaran federasi selama persyaratan administrasi terpenuhi. Menurutnya, seluruh peserta tetap harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk menjalani proses penilaian.
"AFC tidak dapat mencegah asosiasi anggota untuk mengajukan permohonan mereka. Kita harus adil, dan kriteria penilaian serta metrik evaluasi ditetapkan agar panel dapat menilai asosiasi anggota dan memilih pemenang," katanya.
Selain itu, Windsor mengingatkan bahwa FAM bukan kandidat dalam kategori penghargaan tertinggi. AFC membagi 47 asosiasi anggotanya ke dalam empat tingkatan, yakni Platinum, Diamond, Gold, dan Ruby, berdasarkan kapasitas masing-masing federasi.
"Ada tingkatan untuk penghargaan ini, dan FAM tidak termasuk dalam tingkatan tertinggi. Di AFC, kami mencakup semua asosiasi anggota, dan mereka dikelompokkan berdasarkan kemampuan mereka."
Windsor menegaskan bahwa penghargaan tersebut dirancang untuk mendorong perkembangan federasi sepak bola di seluruh Asia. Dengan demikian, FAM tetap berhak mengikuti penilaian meskipun sebelumnya tersandung kasus pemalsuan dokumen pemain naturalisasi. (fan)