- AFC
Netizen Berbondong-bondong Serang Fadly Alberto, Eks Pemain Timnas Indonesia U17 Itu Langsung Tutup Komentar Instagram
tvOnenews.com - Sorotan publik terhadap Fadly Alberto Hengga semakin memanas setelah dirinya terlibat insiden dugaan aksi kekerasan di kompetisi Elite Pro Academy U-20 musim 2025/2026.
Dampaknya tak hanya terasa di lapangan, tetapi juga merambah ke media sosial pribadinya.
Pemain muda asal Bojonegoro itu dilaporkan menutup kolom komentar di akun Instagram miliknya setelah diserbu kritik dari warganet sejak Minggu malam.
Akun dengan nama pengguna @albertoo_10 tersebut kini tidak lagi membuka ruang komentar pada unggahannya.
Keputusan itu diduga diambil setelah ratusan hingga ribuan komentar membanjiri postingannya.
Gelombang kritik muncul menyusul viralnya video tendangan akrobatik yang dinilai berbahaya dalam sebuah pertandingan.
Menariknya, Fadly diketahui bukan sosok yang aktif di media sosial.
Unggahan terakhirnya tercatat pada 24 Maret 2026, jauh sebelum insiden ini ramai diperbincangkan.
Kasus ini bermula dari laga antara Bhayangkara FC U-20 melawan Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4).
- Instagram @smgfootball
Dalam pertandingan tersebut, Bhayangkara FC U-20 harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 1-2.
Namun, perhatian publik justru tertuju pada insiden setelah pertandingan. Situasi yang memanas memicu kericuhan antar pemain.
Dalam video yang beredar luas, terlihat seorang pemain Bhayangkara FC U-20 melakukan tendangan “kungfu” ke arah pemain lawan.
Pemain dengan rompi pink bernomor punggung 7 kemudian ramai dikaitkan dengan Fadly Alberto oleh warganet.
Meski begitu, hingga kini belum ada konfirmasi resmi terkait identitas pelaku dalam video tersebut.
Sampai saat ini, baik pihak pemain, klub, maupun penyelenggara kompetisi belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.
Status keterlibatan Fadly masih sebatas dugaan yang berkembang di ruang publik.
Insiden ini turut mendapat perhatian dari pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto.
Ia menyayangkan kejadian tersebut dan menegaskan bahwa tindakan kekerasan tidak sejalan dengan nilai pembinaan sepak bola usia muda.
“Peristiwa itu sangat disayangkan. Apa pun alasannya, itu bukan contoh yang baik bagi pemain lain,” ujarnya.
Nova juga memastikan bahwa pihaknya akan melakukan penelusuran lebih lanjut terkait insiden tersebut.
“Pemain timnas seharusnya menjadi teladan. Jika terbukti terlibat, tentu ada konsekuensi,” katanya.
Ia pun mengingatkan pentingnya menjaga sportivitas dan saling menghormati di lapangan demi kemajuan sepak bola nasional.
Kasus ini menjadi ujian bagi Fadly Alberto, yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu pemain muda potensial Indonesia.
Kini, sorotan tajam publik dan tekanan di luar lapangan menjadi tantangan tersendiri bagi perjalanan kariernya ke depan.
(tsy)