news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto.
Sumber :
  • Instagram Timnas Indonesia

Kurniawan Dwi Yulianto Bongkar Kekuatan Qatar, Timnas Indonesia U-17 Diminta Waspada: Cara Bermain Mereka Kurang Lebih Seperti China!

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, bahkan secara khusus menyoroti kecepatan pemain-pemain Qatar, terutama di sektor sayap dan lini depan
Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:58 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kepercayaan diri sedang menyelimuti Timnas Indonesia U-17 usai kemenangan mengejutkan atas China pada laga pembuka Grup B Piala Asia U-17 2026. 

Namun, euforia itu tak membuat skuad Garuda Asia lengah. Fokus kini langsung tertuju pada laga krusial melawan Qatar, lawan yang dinilai memiliki karakter permainan cepat dan agresif.

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, bahkan secara khusus menyoroti kecepatan pemain-pemain Qatar, terutama di sektor sayap dan lini depan. 

Menurutnya, ancaman terbesar dari Qatar bukan hanya penguasaan bola, tetapi kemampuan mereka melakukan serangan cepat yang bisa merepotkan pertahanan Indonesia kapan saja.

Kurniawan Bongkar Kekuatan Qatar: Winger Cepat Jadi Ancaman

Jelang pertandingan penting di Grup B Piala Asia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto mengungkap bahwa tim pelatih sudah melakukan analisis mendalam terhadap permainan Qatar.

“Kita tahu Qatar mempunyai dua winger yang cukup cepat, kemudian striker juga cepat,” ujar Kurniawan pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Menurut mantan striker Timnas Indonesia itu, fokus utama Garuda Asia adalah memotong aliran bola sejak lini tengah. Strategi tersebut dianggap penting untuk mengurangi suplai umpan ke area sayap, yang menjadi kekuatan utama Qatar.

“Sehingga kita coba untuk mengantisipasi, untuk bisa memotong bola di tengah sehingga mengurangi suplai bola ke wing area,” jelasnya.

Timnas Indonesia U-17 Jelang laga Vs Qatar
Sumber :
  • Instagram Timnas Indonesia

Kurniawan juga menilai gaya bermain Qatar memiliki kemiripan dengan China, lawan yang sebelumnya berhasil dikalahkan Indonesia 1-0. Bedanya, Qatar dinilai lebih agresif dalam melakukan switch play dan eksploitasi sisi lapangan.

“Kami sudah mengevaluasi cara bermain Qatar. Cara bermain mereka kurang lebih seperti China. Mereka mengandalkan serangan dari sayap dan kerap bermain switch play,” katanya.

Kemenangan atas China menjadi modal penting bagi Timnas Indonesia U-17 menghadapi Qatar. Pada laga pembuka, Garuda Asia sukses mencuri perhatian setelah menang 1-0 lewat gol Keanu Sanjaya pada menit akhir.

Hasil itu terasa spesial karena Indonesia sebelumnya sempat dipandang sebelah mata. Bahkan secara statistik, China mendominasi pertandingan dengan penguasaan bola di atas 60 persen. Namun Indonesia tampil efektif dan disiplin dalam bertahan.

Kini, situasinya berbeda. Indonesia datang dengan rasa percaya diri lebih tinggi, sementara Qatar berada dalam tekanan usai kalah 1-3 dari Jepang pada laga pertama.

Saat ini Indonesia menempati posisi kedua klasemen sementara Grup B dengan tiga poin, sama seperti Jepang yang berada di puncak klasemen.

Jika berhasil mengalahkan Qatar, maka Garuda Asia otomatis memastikan tiket ke babak delapan besar Piala Asia U-17 sekaligus membuka jalan menuju Piala Dunia U-17 2026.

Fakta menariknya, Indonesia dan Qatar sudah dua kali bertemu di sejarah turnamen ini. Pada edisi 1986, Indonesia kalah 0-1 dari Qatar. Sementara di edisi 1990, kedua tim bermain imbang tanpa gol.

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto
Sumber :
  • Instagram Timnas Indonesia

Dukungan suporter memang menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan Indonesia di turnamen ini. Apalagi, performa tim asuhan Kurniawan mulai menunjukkan perkembangan signifikan dibanding beberapa bulan sebelumnya.

Jika sebelumnya Indonesia sempat diragukan setelah hasil kurang memuaskan di laga uji coba, kini Garuda Asia mulai memperlihatkan identitas permainan yang lebih solid: disiplin bertahan, cepat dalam transisi, dan efektif memanfaatkan peluang.

Laga Timnas Indonesia U-17 vs Qatar dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 9 Mei 2026 pukul 23.30 WIB di Lapangan A King Abdullah Sports City Training Stadium, Jeddah. 

Pertandingan ini akan menjadi ujian penting bagi Garuda Asia untuk membuktikan bahwa kemenangan atas China bukan sekadar kejutan, melainkan sinyal kebangkitan generasi muda sepak bola Indonesia di level Asia. (udn)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:02
02:11
01:30
05:41
02:16
05:19

Viral