Bendera Palestina Berkibar di Piala Dunia 2026, Cara Protes Agar FIFA Beri Hukuman pada Israel
Aksi solidaritas juga datang dari pendukung Bosnia dan Herzegovina saat tim mereka menghadapi Swiss di Los Angeles. Selain mengibarkan bendera Palestina, para suporter membawa spanduk bertuliskan "Dukungan untuk Palestina dari Sarajevo."
Bagi masyarakat Bosnia, dukungan tersebut memiliki makna emosional tersendiri karena mereka pernah mengalami tragedi genosida pada periode 1991 hingga 1995.
Sementara itu, saat pertandingan Bosnia dan Herzegovina melawan Qatar, seorang suporter Qatar terlihat mengenakan keffiyeh atau syal khas Palestina sambil membawa bendera Palestina di tribun stadion.
Dukungan terhadap Palestina juga tampak pada pertandingan Prancis melawan Senegal. Seorang pendukung Prancis terlihat mengibarkan bendera Palestina sesaat sebelum laga dimulai di New York New Jersey Stadium.
Hal serupa terjadi menjelang pertandingan Brasil melawan Jepang di babak 32 besar. Saat ribuan pendukung Brasil berjalan menuju stadion, salah seorang di antaranya membawa bendera Palestina di tengah rombongan suporter.
Di Seattle, aksi solidaritas muncul di luar stadion yang menggelar pertandingan Mesir melawan Iran. Seorang perempuan mengenakan kostum Patung Liberty sambil membawa bendera Palestina dan Lebanon serta menyerukan kebebasan bagi kedua wilayah tersebut.
Selain aksi para suporter, seruan untuk memberikan sanksi kepada Israel juga semakin menguat di komunitas sepak bola internasional. Kampanye bertajuk **"Show Israel Red Card"** kembali menggema di berbagai negara sebagai bentuk desakan agar Israel dijatuhi larangan mengikuti kompetisi olahraga internasional.
Sejumlah klub sepak bola dan komunitas suporter dari berbagai negara ikut menyuarakan dukungan terhadap kampanye tersebut. Mereka menilai dunia olahraga perlu mengambil sikap atas konflik yang terjadi di Gaza.
Laporan Anadolu Agency menyebutkan bahwa selama lebih dari dua tahun konflik berlangsung, lebih dari 1.000 atlet, yang sebagian besar merupakan pesepak bola, dilaporkan meninggal dunia. Selain itu, hampir 300 fasilitas olahraga juga disebut mengalami kerusakan akibat perang.
Dalam ajang Piala Dunia 2026 sendiri, baik Palestina maupun Israel sama-sama gagal lolos ke putaran final. Palestina tidak berhasil melewati babak kualifikasi zona Asia dan selama proses kualifikasi juga harus memainkan sejumlah laga kandang di tempat netral karena alasan keamanan.