- FIFA
Geger! PSSI-nya Korea Selatan Dituding Biayai Hiburan Seks untuk Wasit Asing, KFA Buka Suara
Jakarta, tvOnenews.com - Drama panjang PSSI-nya Korea Selatan, Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) memang tak pernah ada habisnya.
Setelah kegagalan Timnas Korea Selatan di Piala Dunia hingga keputusan aneh pada sanksi pelatih Persija, Shin Tae-yong, kali ini KFA terkena skandal seks yang melibatkan wasit asing.
KFA kini tengah disorot atas penyelidikan tata kelola organisasi hingga pemilihan pelatih Timnas Korea Selatan yang tak terbuka, kali ini media Korea Selatan, JTBC mengungkap adanya skandal seksual yang terjadi di tubuh KFA.
Media tersebut membuka adanya dugaan praktik penyediaan hiburan seksual bagi wasit asing yang memimpin pertandingan internasional pada 2011.
Dilansir dari laman Korea JongAng Daily, laporan tersebut pertama kali diungkap stasiun televisi JTBC pada Kamis (7/8/2026).
Dugaan itu langsung memicu perhatian publik karena pertandingan yang dimaksud mencakup laga penting, termasuk babak kualifikasi Piala Dunia FIFA 2014 dan Kualifikasi Olimpiade London 2012.
Menurut laporan JTBC, KFA disebut beberapa kali memfasilitasi hiburan seksual kepada sekitar 10 wasit asing yang bertugas dalam tujuh pertandingan internasional sepanjang 2011. Biaya aktivitas tersebut diduga dibayarkan menggunakan kartu kredit perusahaan milik federasi.
JTBC melaporkan pengeluaran itu mencapai jutaan won dan digunakan di sejumlah tempat hiburan dewasa yang berada di Seoul, Changwon, serta Ulsan. Dugaan tersebut muncul berdasarkan hasil investigasi media terhadap dokumen dan keterangan sejumlah pihak yang mengetahui praktik tersebut.
Seorang mantan pejabat KFA yang diwawancarai JTBC mengklaim bahwa praktik itu bukan hal yang asing pada masa tersebut.
"Itu merupakan praktik yang umum dilakukan pada saat itu," ujar mantan pejabat KFA tersebut.
Kasus ini semakin menambah daftar persoalan yang membayangi federasi sepak bola Korea Selatan.
Dalam beberapa bulan terakhir, KFA juga menjadi sasaran kritik terkait tata kelola organisasi, termasuk proses penunjukan Hong Myung-bo sebagai pelatih tim nasional yang sempat memicu polemik di kalangan publik dan pemerhati sepak bola Korea.
Menanggapi tudingan tersebut, KFA tidak membantah adanya dugaan peristiwa yang terjadi bertahun-tahun lalu. Namun federasi menegaskan bahwa sistem pengawasan internal telah mengalami perubahan besar sehingga praktik serupa tidak akan terulang.