- Persija.id
Lama Menghilang, Hanno Behrens Cerita ke Media Jerman Soal Alasan Tinggalkan Persija Jakarta: Sangat Berat
tvOnenews.com - Mantan pemain asing Persija Jakarta asal Jerman Hanno Behrens tiba-tiba bicara soal alasan tinggalkan Liga 1 Indonesia.
Kepada media Jerman, Hanno Behrens menjelaskan soal alasan dirinya memilih balik ke negaranya ketimbang bertahan di Persija Jakarta.
Persija Jakarta sempat membuat gebrakan tranfer pemain-pemain Eropa ketika pelatih asal Jerman Thomas Doll mengambil alih kursi kepelatihan pada 2022.
Dari kuota empat pemain asing, tiga di antaranya berasal dari Eropa, mulai dari Ondrej Kudela, Michael Krmencik hingga Hanno Behrens.
Nama terakhir yakni Hanno Behrens sempat menjadi sorotan dari Jakmania lantaran rekam jejaknya di sepak bola Jerman cukup mentereng.
Berasal dari akademi Hamburg SV, Hansa Rostock menjadi pelabuhan terakhir Hanno Behrens sebelum akhirnya berlabuh ke Persija Jakarta atas saran Thomas Doll.
Tak butuh waktu lama, para pemain asing tersebut langsung membentuk chemistry yang bagus. Hanno Behrens pun menjelma sebagai playmaker bagi Macan Kemayoran.
Total 18 penampilan untuk Persija Jakarta dia bukukan dengan koleksi lima gol beserta serangkaian assist mengagumkan dia berikan untuk deretan striker.
- Instagram @hannobehrens18
Kendati demikian, Hanno Behrens tiba-tiba saja menghilang dari skuad Persija Jakarta bahkan ketika Liga 1 musim 2022 masih berjalan.
Beragam spekulasi muncul, mulai dari cedera sampai ketidakmampuannya untuk beradaptasi dengan sepak bola Indonesia yang jelas berbeda dari Eropa.
Bahkan, tidak ada sepatah katapun dari Hanno Behrens hingga Persija Jakarta terkait hubungan kedua pihak yang berakhir pada akhir musim 2022.
Lebih dari tiga musim berlalu, Hanno Behrens akhirnya muncul ke publik dan mulai menjelaskan alasannya menghilang dari skuad Persija Jakarta.
Kepada media Jerman, Hanno Behrens mengatakan bahwa dirinya tidak kuat dengan iklim di Indonesia yang menurutnya sangatlah panas.
“Tentu saja, itu sangat berat dalam kondisi iklim seperti ini. Tidak hanya panas, tetapi kelembapannya juga luar biasa,“ jelasnya.
“Kamu selalu berkeringat saat berada di luar, dan pada siang hari suhunya 45°C, jadi kamu tidak tahan terkena sinar matahari,” kata Behrens di KronnectTV dikutip dari Instagram @gondesfootball.
Pemain berusia 35 tahun tersebut menambahkan kalau suasana di Jakarta sudah tercampur dengan polusi udara yang menurutnya cukup mengganggu.
“Itu benar-benar tidak mungkin di kota, ada aspal, itu membakar, ada banyak asap knalpot, jadi itu sangat intens,“ ungkapnya.
“Kami selalu berlatih sangat pagi. Saya bahkan tidak tahu apakah jam 7 pagi itu awal, bahkan sebelum matahari terbit, atau jam 8 pagi,” ujar Hanno.
Hanno Behrens lalu mengungkapkan jadwal kickoff kompetisi Liga 1 saat itu yang kurang bersahabat bagi para pemain asal Eropa seperti dirinya.
“Saya rasa pertandingan paling awal adalah jam 3 sore, begitulah. Itu memang selalu lebih melelahkan, tetapi bahkan pada jam 6 sore, 8 malam, terkadang bahkan jam 9 malam, pertandingan baru dimulai lebih larut,“ tegasnya.
“Meskipun begitu, cuacanya tidak sejuk, atau masih sangat panas. Udara di sana lembab, dan itu terlalu berat bagi saya,” tutup Hanno Behrens.
Setelah pergi dari Persija Jakarta, Hanno Behrens sempat bermain untuk klub kasta keempat Liga Jerman VFB Luebeck selama semusim.
Lepas itu, playmaker kelahiran Elmshorn tersebut memutuskan gantung sepatu. Dia pun langsung mengambil lisensi kepelatihan usai pensiun.
“Bangga lulus lisensi UEFA B dan kursus pelatihan atletik sepak bola,“ tulis Instagram Hanno Behrens pada 3 Juni lalu.
(han)