- tvOnenews/Dwi RB
Jelang El Clasico Persib Vs Persija, Bojan Hodak Bicara Cedera dan Masa Depan Federico Barba
Bandung, tvOnenews.com – Situasi kurang ideal tengah menyelimuti Persib Bandung jelang laga klasik kontra Persija Jakarta. Pelatih kepala Bojan Hodak mengakui masih ada tanda tanya besar terkait kesiapan Federico Barba untuk turun di El Clasico Indonesia.
Pertemuan Persib kontra Persija dipastikan menjadi laga paling panas pada pekan ke-17 Super League 2025-2026. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Bandung, Minggu (11/1/2026).
Duel ini menjadi ujian penting bagi Maung Bandung di tengah padatnya tekanan kompetisi. Selain rivalitas yang menguras emosi, Persib juga harus berhadapan dengan persoalan kebugaran pemain.
Federico Barba menjadi pusat perhatian karena kondisinya belum sepenuhnya prima. Bek asal Italia tersebut baru pulih dari cedera dan belum berada pada level kebugaran terbaiknya.
- ILeague
Tak hanya soal fisik, Barba juga diterpa rumor mengenai masa depannya bersama Persib. Isu hengkang yang terus bergulir membuat situasinya kian kompleks menjelang laga besar.
Bojan Hodak pun memilih bersikap realistis. Ia menilai tim harus bersiap dengan berbagai skenario, termasuk kemungkinan tampil tanpa salah satu pilar utamanya di lini belakang.
"Dia kemarin mengalami cedera. Saya tahu ada banyak spekulasi mengenai dirinya dan dia masih punya kontrak. Jadi itu bukan tergantung saya, tapi dari manajemen," ungkap Bojan Hodak dalam sesi jumpa pers jelang laga, Sabtu (10/1/2026).
Cedera tersebut sebelumnya membuat Barba harus menepi dalam laga tandang ke markas Persik Kediri. Pada pertandingan itu, Persib gagal meraih kemenangan dan hanya membawa pulang satu poin.
- Persib Bandung
Absennya Barba terasa cukup signifikan dalam menjaga keseimbangan pertahanan. Meski begitu, Hodak menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk mengendurkan target tim.
Pelatih berusia 53 tahun itu menyebut pemulihan Barba memang menunjukkan perkembangan positif. Namun, ia mengingatkan bahwa laga melawan Persija memiliki intensitas dan risiko cedera yang sangat tinggi.
Hodak tidak ingin mengambil keputusan emosional hanya demi satu pertandingan. Menurutnya, keselamatan pemain tetap harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan teknis.
"Namun, jika membutuhkannya di laga ini, dia bisa menggunakan painkiller dan jika kami memerlukannya, dia bisa bermain," kata pelatih asal Kroasia tersebut.
Di luar persoalan cedera, Hodak juga menyinggung situasi personal yang dihadapi Barba. Ia mengisyaratkan bahwa ada keputusan besar yang harus diambil sang pemain dalam waktu dekat.
Faktor keluarga disebut menjadi alasan utama yang memengaruhi masa depan Barba. Hal tersebut membuat pembahasan mengenai kelanjutan kariernya di Persib tidak bisa dilakukan secara terbuka.
"Kadang, hal-hal yang terjadi di ruang ganti, saya tidak bisa sampaikan semuanya itu secara langsung. Karena ini adalah keluarga saya, ada hal-hal yang perlu disimpan untuk diketahui oleh keluarga saja," jelas Hodak.
"Saya juga sebenarnya ingin menyampaikan itu kepada semua, tapi kalian juga harus mengerti," sambungnya.
Terlepas dari berbagai dinamika tersebut, kontribusi Federico Barba bersama Persib tidak terbantahkan. Ia menjadi salah satu figur paling konsisten di sektor pertahanan Maung Bandung.
Sepanjang musim ini, bek berusia 32 tahun itu telah tampil dalam 11 pertandingan. Ia bahkan mampu menyumbangkan tiga gol, yang menunjukkan perannya bukan sekadar bertahan, tetapi juga membantu serangan. (igp/fan)