- X @SobatMiskinTV
Pesta Gol Berakhir Ricuh, Laga Persibangga vs Persibas Liga 4 Jawa Tengah Jadi Medan Lempar Batu dan Helm
tvOnenews.com - Laga lanjutan Liga 4 Jawa Tengah yang mempertemukan dua rival bertetangga, Persibangga Purbalingga vs Persibas Banyumas, sejatinya menjadi malam penuh kegembiraan bagi tim tuan rumah.
Persibangga sukses mengunci kemenangan meyakinkan dengan skor 4-1 di Stadion Goentoer Darjono.
Namun, pesta gol yang semestinya berakhir manis justru berubah menjadi malam mencekam.
- Instagram @neira.sport
Euforia kemenangan Persibangga ternodai oleh aksi kericuhan antarsuporter yang pecah sesaat setelah laga usai.
Begitu wasit meniup peluit panjang dan skor final dipastikan, situasi di sekitar stadion mendadak memanas.
Ketegangan antara suporter Persibangga dan Persibas tak terelakkan, hingga berujung pada aksi saling lempar benda.
Alih-alih merayakan kemenangan dengan sorak sorai, para penonton di dalam stadion justru harus waspada.
Dari luar pagar stadion, oknum suporter melakukan aksi lemparan secara sporadis ke arah tribun.
Benda-benda yang beterbangan pun bukan barang sepele.
Berdasarkan pantauan di lokasi, lemparan yang masuk ke area stadion meliputi botol plastik, batu, hingga helm, menciptakan situasi berbahaya bagi penonton.
Suasana di tribun sempat kacau. Sejumlah suporter terlihat berusaha menghindar dari benda-benda terbang, bahkan ada yang harus berlindung demi menghindari lemparan susulan.
Stadion yang semula dipenuhi atmosfer sepak bola berubah menyerupai medan konflik sesaat.
Insiden ini bukan tanpa korban. Seorang suporter wanita bernama Rina dilaporkan mengalami luka setelah terkena hantaman benda yang dilempar dari luar stadion.
Melansir dari Instagram resmi Persibangga, pihak klub diketahui sudah menemui korban dan menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang terjadi.
"Kami turut prihatin atas insiden yang terjadi setelah pertandingan Persibangga vs Persibas sore kemarin. Senin 19 Januari 2026, manajer Tim Persibangga berkesempatan menjenguk Ibu Rina selaku Korban kericuhan," tulis pihak Persibangga dalam keterangan Instagram resminya.
Dalam video tersebut, Rina selaku korban kericuhan menjelaskan insiden tragis yang menimpa dirinya.
"Hidungnya patah tulangnya dan memang kita akan melihat langsung gimana kondisi dari bu Rina," kata Hamzah dilansir dari Instagram @persibangga.id.
"Tadinya kan rame itu, ada helm apa kayak gitu, nah terus jeda berapa itu, tak kira udah nggak ada lemparan. Saya turun mau turun keluar tapi pintunya madih ditutup tiba-tiba ada helm, ada helm terus ada batunya juga, helm lagi, batu lagi, kita kan panik," kata Rina setelah ditemui pihak klub, dilansir dari Instagram Persibangga.
"Saya larinya itu ke pembatas, baru mau naik (ke dinding tembok seberang), baru mau jalan langsung kena batu kayak segini (sekepalan tangan) sampai ini (mengenai hidung korban) terasa langsung, saya nunduk darahnya langsung muncul," jelas Rina.
Kericuhan tersebut tentu menjadi catatan serius bagi panitia pelaksana dan aparat keamanan.
Padahal, laga ini sebelumnya berjalan relatif kondusif di atas lapangan, dengan Persibangga tampil dominan dan pantas meraih kemenangan.
Insiden pascalaga ini menambah daftar panjang problem suporter yang masih menghantui sepak bola daerah.
Kemenangan besar Persibangga pun akhirnya tak sepenuhnya dirayakan, karena diwarnai hujan benda dan ketegangan antarsuporter yang mencederai semangat sportivitas. (asl)