- Tangkapan Layar
Iwan Setiawan 'Si Mulut Besar' Kini Latih Sriwijaya FC: Pernah Ejek Persib, hingga Ribut dengan Bonek
"Dari kacamata saya sebagai seorang pelatih, malah gelar juara ISL 2014 milik Persib itu agak aneh, saat semifinal melawan Arema 3 pemain Arema Gustavo Lopez, Ahmad Bustomi dan Alberto Goncalves diganti saat permainan sedang sengit padahal tidak ada cedera," kata Iwan Setiawan.
Pernyataan tersebut menuai reaksi keras dari Bobotoh.
3. Emosi ke Suporter Borneo FC
Pada Liga 1 2018, Iwan yang kembali melatih Borneo FC terlihat meluapkan emosinya ke arah tribun usai gagal meraih kemenangan.
Ia merasa tidak dihargai oleh suporter meski mengklaim telah mengangkat posisi tim.
"Sebelum saya datang (Borneo Fc) ada di peringkat ke-15 lalu saya bawa ke posisi delapan, prestasi yang sudah diraih klub ini pun berkat andil saya. Apa kalian mau bicara, siapa pelatih yang membuat tim ini hebat," ujarnya.
Tak lama setelah insiden tersebut, manajemen Borneo FC memutuskan berpisah dengannya.
4. Acungkan Jari Tengah ke Bonek
- Tangkapan Layar
Saat menangani Persebaya Surabaya di Liga 2 2017, Iwan terlibat konflik dengan Bonek Mania usai timnya kalah 1-2 dari Martapura FC.
Ia sempat terpancing emosi hingga terlihat mengacungkan jari tengah ke arah suporter. Insiden itu berbuntut pemecatan dari kursi pelatih Persebaya.
5. Remehkan Imran Nahumarury
Pada Liga 1 2021/2022 saat melatih Persela Lamongan, Iwan kembali membuat kontroversi dengan pernyataannya kepada pelatih PSIS Semarang, Imran Nahumarury.
"Selamat datang Imron di Liga 1, saya mengenal Imran sebagai komentator namun melatih tim sepakbola tak semudah menjadi komentator. Bukan hal yang mudah buat Imran lawan Iwan Setiawan saya akan berikan pelajaran untuknya Imran bagaimana sepakbola secara real," kata Iwan Setiawan.
Namun psywar tersebut tak berbuah manis. Persela justru kalah tipis 0-1 dari PSIS.
Kini tantangan baru menanti Iwan Setiawan bersama Sriwijaya FC. Publik pun menanti, apakah sentuhan pelatih kontroversial itu mampu mengangkat Laskar Wong Kito dari keterpurukan, atau justru kembali memunculkan polemik baru di sepak bola nasional.