- Instagram @officialpersebaya
Detail Regulasi I.League Terkait Tambahan Kuota Pergantian Pemain, Persib Bandung Sudah Berada di Jalur yang Benar?
Dari sini, tak sedikit yang berpendapat bahwa Maung Bandung terancam hukuman WO karena dianggap menyalahi regulasi pertandingan.
Namun faktanya, skuad besutan Bojan Hodak itu justru sama sekali tidak menyalahi regulasi yang dibuat penyelenggara liga. Bagaimana bisa?
Langkah yang Dilakukan Persib Bandung Sudah Sesuai Regulasi
- Instagram @officialpersebaya
Normalnya, tim yang melakukan pergantian pemain melebihi jatah yang ditentukan tanpa alasan tertentu, maka bakal dikenakan sanksi WO dengan kekalahan 0-3.
Tapi kasus Persib Bandung kali ini berbeda. Regulasi dari I.League dan IFAB menyebut jika setiap tim diizinkan menambah jatah pergantian pemain jika ada cedera bagian kepala.
Lebih lanjut, hal ini bahkan boleh dilakukan meski masing-masing tim memilih untuk tidak langsung melakukan pergantian pemain setelah insiden terjadi.
Dalam regulasi I.League pasal 47 mengenai Pergantian Pemain poin 2 huruf a, disebutkan bahwa setiap tim awalnya diberi kuota maksimal 5 kali pergantian pemain.
“Saat permainan berlangsung (2x45 menit), setiap klub hanya memiliki 3 (tiga) kali kesempatan waktu pergantian pemain di mana dalam satu kesempatan waktu pergantian bisa melakukan hingga maksimal 5 (lima) pergantian Pemain, tergantung kepada kuota pergantian pemain yang tersisa,” rilis draft regulasi I.League.
Namun, pada poin 2 huruf c ditegaskan bahwa pergantian pemain tambahan di luar kuota yang telah ditentukan baru diizinkan apabila terjadi cedera kepala.
Hal ini sesuai dengan kejadian pada pertandingan semalam, di mana terjadi benturan kepala antara Catur Pamungkas dengan Federico Barba.
“Merujuk kepada LOTG, pergantian pemain tambahan di luar kuota pergantian pemain yang telah digunakan dapat dilakukan apabila terjadi pada cidera kepala,” tambahnya.
Adapun pedoman dalam regulasi I.League mengenai LOTG mengacu pada 'Protokol Permanen Tambahan Mengenai Pergantian Pemain yang Gegar Otak' dari IFAB.
Protokol ini telah disetujui sejak 2 Maret 2024 dan menjadi acuan hukum bagi seluruh laga sepak bola dunia termasuk Super League untuk mengizinkan pergantian pemain tambahan.
Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pemain yang mengalami cedera atau benturan di kepala agar segera ditarik keluar demi meminimalisir risiko yang lebih serius.