- tvonenews.com - Ilham Giovani
Respons Resmi Persija Jakarta usai Manajer Borneo FC Mengeluh karena Tak Bisa Jajal Rumput JIS Jelang Duel di Super League
Jakarta, tvOnenews.com - Persija Jakarta memberi respons secara resmi setelah manajer Borneo FC mengeluh menjelang duel di Super League. Hal ini terjadi karena mereka tak bisa menjajal lapangan Jakarta International Stadium (JIS).
Macan Kemayoran akan menjamu Pesut Etam dalam lanjutan kasta tertinggi Liga Indonesia pada Selasa (3/3/2026) malam ini WIB. Ini menjadi duel yang penting karena bisa memengaruhi perebutan gelar juara di akhir musim.
Persib Bandung selaku pemuncak klasemen sementara Super League tergelincir pada Senin (2/3/2026) kemarin. Mereka tertahan dengan skor 2-2 saat melawat ke Stadion Gelora Bung Tomo untuk menghadapi Persebaya Surabaya.
Maung Bandung masih unggul empat poin di puncak klasemen sementara saat ini. Namun, Persija bisa mengikisnya menjadi satu poin jika mampu mengalahkan Borneo nanti malam.
Di sisi lain, Borneo juga ada dalam persaingan gelar juara dengan tertinggal satu poin saja di belakang Persija. Sebuah kemenangan di laga ini dan dalam laga tunda melawan Persib pekan depan akan menempatkan Pesut Etam di puncak klasemen sementara.
Namun, psywar pun membuncah menjelang duel pada tengah pekan ini. Sebab, skuad Borneo tak bisa menggunakan JIS untuk latihan.
Manajer Dandri Dauri mengeluhkan hal tersebut ketika diwawancarai awak media pada Senin (2/3/2026). Dia menyebutkan bahwa Pesut Etam hanya mendapatkan surat pemberitahuan secara mendadak.
"Saya tidak menyangka apa yang kami lakukan di Samarinda balasannya seperti ini. Kalau konotasinya mempersulit, ya. Di mana aturan mainnya ketika kami mau sampai dalam waktu lima menit masuk dalam pintu JIS, mendapatkan surat pemberitahuan tidak dapat menggunakan lapangan di dalam. Harus menggunakan lapangan luar," ujar Dandri, Senin (2/3/2026).
"Kalau bicara regulasi memang ada benarnya. Tetapi pemberitahuannya jangan mendadak begitu. Itu yang saya sesalkan. Yang kedua, perlu digarisbawahi juga kenapa harus mendadak ini. Ada apa? Apakah terlalu cepat ini? Perhelatan Persija dan Borneo ini? Suasananya memanas atau bagaimana? Ini teman-teman menilai," tambahnya.
Keluhan Dandri direspons oleh Persija Jakarta secara resmi. Macan Kemayoran menegaskan bahwa mereka selalu optimal dalam menyelenggarakan laga kandang dengan menyambut tamu secara layak, termasuk Borneo.
“Persija menegaskan komitmennya untuk selalu menyambut setiap tim tamu dengan standar pelayanan terbaik dan penuh penghormatan. Termasuk dalam menyambut tamu dari Samarinda, Borneo FC, pada pekan ke-24 Super League 2025/2026,” tegas Persija.
Persija menegaskan bahwa pengaturan sudah dilakukan dengan pihak Borneo sejak Kamis (26/2/2026) lalu. Kemudian, pada Minggu, pihak LOC Persija selaku penyelenggara telah menyampaikan Match Program secara lengkap.
Walau begitu, Persija mengakui adanya keterlambatan dalam penyampaian surat resmi. Namun demikian, pihak penyelenggara telah melakukan persiapan dengan maksimal.
“Terlepas dari dinamika administratif tersebut, Persija tetap menjalankan seluruh kewajiban sebagai tuan rumah secara maksimal. Penjemputan dilakukan saat kedatangan Borneo pada H-2, serta penyediaan transportasi selama Borneo berada di Jakarta telah dilaksanakan sesuai standar yang berlaku,” lanjut pernyataan tersebut.
Sedangkan soal penggunaan lapangan JIS, Persija menyatakan bahwa hal itu ditujukan untuk menjaga kualitas rumput lapangan agar optimal. Bukan untuk menyabotase atau alasan apa pun yang dituduhkan sebelumnya.
“Adapun keputusan penggunaan lapangan latih JIS untuk sesi official training didasarkan pada pertimbangan teknis, yakni untuk menjaga kualitas rumput lapangan utama agar dapat disajikan dalam kondisi optimal pada hari pertandingan. Upaya ini semata-mata dilakukan demi menghadirkan kualitas pertandingan terbaik bagi kedua tim, tuan rumah dan tim tamu, serta seluruh pencinta sepak bola,” tulis Persija.
“Jadi, Persija berharap tidak ada narasi yang keliru tanpa dasar yang kuat, sehingga suasana kompetisi tetap terjaga dalam semangat profesionalisme dan sportivitas,” pungkasnya. (rda)