- Instagram/@alenzivio
Lama Tak Muncul, Eks Kiper Pelapis Andritany Ardhiyasa Tiba-tiba Beri Kode Keras Rindu Bela Persija Jakarta
Jakarta, tvOnenews.com - Adixi Lenzivio, mantan kiper pelapis Andritany Ardhiyasa kembali menggetarkan suporter Persija Jakarta, the Jakmania.
Belakangan ini, Adixi muncul ke ruang publik. Kemunculannya untuk mengungkapkan kerinduannya bersama Persija Jakarta.
Dalam unggahan terakhir di media sosial pribadinya, Adixi menjadi kiper diandalkan mantan pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll.
Adixi tak bisa menahan rindunya terhadap persija Jakarta. Dalam unggahannya, ia mengenang pertandingan terakhirnya bersama Macan Kemayoran.
"Momen terakhir pakai jersey ini. Ternyata rindu juga ya," tulis Adixi Lenzivio dikutip tvOnenews.com dari Instagram pribadinya, Rabu (11/3/2026).
Perjalanan Karier Adixi Lenzivio Mantan Kiper Jebolan Persija Jakarta
- Instagram/@alenzivio
Bukan tanpa alasan, Adixi merupakan salah satu mantan kiper yang hampir 10 tahun membela Persija Jakarta. Ia bahkan mengawali perjalanan kariernya saat berseragam Macan Kemayoran.
Merujuk dari data Transfermarkt, Adixi pertama kali menjadi pemain sepak bola saat berada di skuad Persija U-21.
Saat berbincang di podcast Bicara Bola, Adixi pernah menceritakan di mana dirinya bisa menjadi kiper. Ia tidak menyangka bisa mengisi posisi tersebut.
Awal mulanya berasal dari ketidaksengajaan. Kala itu, posisi asli sebenarnya adalah penyerang. Namun ia melihat proses latihan penjaga gawang dinilai lebih enteng.
"Dulu, sebelum jadi kiper berposisi striker. Waktu itu melihat kiper latihannya kelihatan mudah, makanya pindah posisi," ungkap Adixi.
Ia pun memutuskan untuk berganti posisi. Pilihannya membawa berkah sehingga berkembang sebagai kiper muda memiliki bakat.
Ia bahkan memahami posisinya sangat beruntung. Selain menjadi pemain Persija muda, ia berasal dari keluarga sepak bola lantaran ayahnya, Adityo Darmadi dikenal sebagai salah satu legenda Persija yang pernah berjaya bersama Timnas Indonesia.
Di era itu, Adityo Darmadi dikenal sebagai penyerang mengerikan. Ayah Adixi berhasil menyabet medali emas sepak bola di ajang SEA Games 1987.
Namun Adixi lebih pilih mandiri. Ia ingin menjadi pesepak bola profesional dari usahanya sendiri tanpa mengandalkan nama besar keluarganya.
Seiring berjalannya waktu, Adixi selalu bersama tim Persija senior sejak 2011. Hal ini membuat ia pernah mengisi posisi sebagai kiper Timnas Indonesia U-23 pada 2012.
Pada 2015, Adixi lebih memilih untuk fokus kuliah demi keberlangsungan pendidikannya. Di tengah kariernya bersama Persija, ia bahkan pernah banting stir sebagai pemain futsal.
Di olahraga futsal, Adixi pernah bermain untuk Antam FC dan FC Pegasus. Hal ini sebagai mengisi kegiatan dan keberlangsungan kariernya demi menyabet gelar sarjana ekonomi hingga dipanggil seleksi Timnas Futsal Indonesia.
Di pertengahan 2019, Persija Jakarta mengalami krisis penjaga gawang. Bagi manajemen, kehadiran Andritany dan Shahar Ginanjar dinilai belum cukup sehingga membutuhkan satu sosok kiper lagi.
Adixi kembali ke pangkuan Persija Jakarta. Meski di momen itu, ia mengaku sangat dilema lantaran memiliki cita-cita bisa membela Timnas Indonesia.
"Siapa yang tidak mau bermain di Timnas? Namun siapa juga yang tidak ingin membela Persija? Setelah diskusi dengan orang tua, akhirnya saya memilih kembali merumput dengan membela Persija," jelas Adixi.
Kiprah Adixi di Persija harus berakhir di musim 2022/2023. Selepas itu, ia berlabuh ke PSMS Medan dengan nilai transfer Rp1,3 miliar.
Adixi hanya berkiprah satu musim di periode pertama di PSMS Medan. Mantan kiper jebolan Persija itu hanya satu bulan berseragam Arema FC pada 2023 sebelum kembali ke PSMS.
Adixi kembali ditarik oleh Arema FC sejak Liga 1 musim 2024. Sempat tidak memiliki klub selama enam bulan, ia terakhir kali berseragam Persipu FC.
(hap)