- Instagram @dean11james
NAC Breda Optimistis Menang Gugatan Skandal Paspoortgate, Ahli Hukum Sebut Dean James Hanya Korban Klub
Jakarta, tvOnenews.com - Sidang antara NAC Breda melawan KNVB telah digelar di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026). Keputusan sidang skandal Paspoortgate yang melibatkan pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Dean James pun akan diumumkan pada Senin (4/5/2026).
Menjelang putusan yang akan diumumkan, seorang ahli hukum olahraga justru membuka peluang besar bagi NAC Breda untuk memenangkan gugatan terkait Dean James yang diduga tidak sah tampil di pertandingan melawan Go Ahead Eagles.
Pengacara hukum olahraga, Nick Poggenklaas, menilai peluang NAC Breda untuk menang dalam sidang singkat tersebut cukup terbuka. Ia menyoroti bahwa inti dari perkara ini terletak pada bagaimana keputusan diambil oleh pihak penyelenggara kompetisi.
“Biasanya sidang singkat itu hanya menguji prosedur pengambilan keputusan. Artinya hakim akan melihat secara terbatas apakah keputusan itu diambil dengan dasar yang tepat atau ada kejanggalan,” ujar Poggenklaas.
Kasus ini bermula dari protes NAC setelah kekalahan telak 0-6 dari Go Ahead Eagles, di mana salah satu pemain lawan, Dean James, dianggap tidak memenuhi syarat tampil karena persoalan kewarganegaraan dan izin kerja. NAC pun meminta agar pertandingan diulang atau dinyatakan tidak sah.
Dalam pandangan Poggenklaas, pasal dalam regulasi kompetisi justru menjadi titik krusial yang bisa menentukan arah putusan. Ia bahkan menyebut aturan tersebut tidak ditulis secara jelas.
“Peraturan itu menjelaskan dengan cara yang cukup aneh tentang kapan komite kompetisi bisa memutuskan untuk mengulang pertandingan,” ungkapnya.
Meski begitu, ia juga menegaskan bahwa klub-klub seharusnya memiliki kesadaran penuh terkait status hukum para pemainnya, termasuk soal kewarganegaraan dan izin kerja yang berlaku.
“Klub sebenarnya bisa, bahkan seharusnya tahu kapan seorang pemain kehilangan status kewarganegaraan Belandanya. Sebagai pemberi kerja, mereka wajib mengikuti hukum yang berlaku, meski sepak bola memang punya karakter industri yang unik,” jelasnya.
Namun, Poggenklaas tidak melihat adanya unsur kesengajaan dalam kasus ini. Ia lebih menyoroti aspek kelalaian yang bisa berdampak besar terhadap jalannya kompetisi.
“Saya tidak melihat ada pelanggaran yang disengaja dari pihak Go Ahead Eagles, tetapi menurut saya ini tetap bentuk kelalaian,” tegasnya.
Putusan atas kasus ini dijadwalkan akan diumumkan dalam waktu dekat dan berpotensi menjadi preseden penting dalam dunia sepak bola Belanda. Jika NAC Breda memenangkan gugatan, bukan tidak mungkin akan muncul efek domino yang memicu klub-klub lain mengajukan protes serupa.