- Instagram - Persija
Satu Tim Super League Dipastikan Degradasi ke Championship Sore Ini Jika Skenario Ini Terjadi
Jakarta, tvOnenews.com - Satu tim Super League akan resmi terdegradasi tepat pada sore ini, Sabtu (2/5/2026). Klub tersebut kini berada di dasar klasemen sementara dengan perolehan 18 poin dari 30 laga.
Ancaman degradasi kian nyata membayangi langkah PSBS Biak. Klub berjuluk Badai Pasifik itu wajib meraih tiga poin penuh saat bersua Persebaya Surabaya, atau tiket ke kasta kedua sudah menanti mereka.
Pertarungan krusial tersebut akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (2/5/2026) mulai pukul 15.30 WIB. Pelatih asal Romania, Marian Mihail, harus memutar otak keras karena anak asuhnya datang dengan tren suram tanpa satu pun kemenangan dalam 13 laga terakhir.
Di papan klasemen, PSBS terpaku di dasar dengan hanya 18 poin dari 30 pertandingan yang sudah dilakoni. Catatan mereka sangat memprihatinkan, yakni 4 menang, 6 imbang, dan 20 kekalahan sepanjang musim berjalan.
Tak hanya itu, pertahanan PSBS pun menjadi yang paling rapuh di seluruh kompetisi dengan 74 gol kemasukan. Ironisnya, lini serang mereka juga mandul karena hanya mampu menyarangkan 29 gol ke gawang lawan.
Persoalan tunggakan gaji menjadi salah satu biang keladi ambruknya performa tim asal Papua tersebut sepanjang musim. Kondisi ini bahkan memaksa bomber andalan mereka, Ruyery Blanco, untuk meninggalkan skuad di tengah jalan.
Situasi makin kelam setelah PSBS dihajar Malut United dengan skor telak 0-7 pada pekan sebelumnya. Kekalahan memalukan itu menjadi yang terbesar yang diderita PSBS sepanjang musim ini.
Meski demikian, peluang untuk bertahan di Super League secara teknis masih belum tertutup sepenuhnya bagi PSBS. Mereka masih bisa lolos dari jurang degradasi asalkan mampu menang dan hasil laga Madura United berpihak, mengingat keduanya masih terpaut 11 poin dengan sisa 4 pertandingan.
Sabtu ini benar-benar menjadi hari penentuan bagi keberlangsungan PSBS Biak di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Kemenangan bukan sekadar target, melainkan harga mati yang tak bisa ditawar jika mereka ingin menghindari degradasi. (fan)