- Semen Padang
Reaksi Imran Nahumarury Usai Semen Padang Resmi Terdegradasi Usai Kalah dari Dewa United
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Semen Padang, Imran Nahumarury beraksi setelah memastikan tim yang diasuhnya resmi terdegradasi dari Super League 2025-2026.
Imran Nahumarury masuk di paruh kedua ketika Semen Padang terjebak di papan bawah. Kesulitan untuk bangkit, kekalahan dari Dewa United 1-0 pada Minggu (3/5/2026) pun membuat Kabau Sirah resmi terdegradasi.
Meski hasil akhir mengecewakan, pelatih Semen Padang, Imran Nahumarury, tetap memberikan apresiasi kepada perjuangan para pemainnya yang dinilai sudah tampil maksimal hingga akhir laga.
“Secara hasil memang kami kalah. Tapi secara permainan, saya bangga dengan para pemain yang sudah berjuang sampai akhir, dalam kondisi apapun. Ada beberapa peluang yang harusnya jadi gol. Tapi inilah sepakbola,” ujar Imran usai pertandingan.
Pelatih berusia 46 tahun itu juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan meninggalkan tim meski sudah dipastikan terdegradasi. Ia berkomitmen untuk tetap berjuang hingga akhir musim.
“Masih ada tiga pertandingan lagi. Saya akan terus dalam perjuangan. Apapun kondisi, saya tidak mau menyerah,” tegasnya.
Imran juga mengakui bahwa lawan yang dihadapi memiliki kualitas tinggi dan skuad yang mumpuni, sehingga laga berjalan tidak mudah bagi timnya.
“Dari awal kita prediksi tidak mudah. Dewa United punya kualitas dengan skuad yang mewah,” pungkasnya.
Gol tunggal yang dicetak Noah Wail Sadaoui pada menit ke-31 menjadi penentu sekaligus mimpi buruk bagi Semen Padang. Hasil ini membuat tim asal Sumatera Barat tersebut tetap tertahan di angka 20 poin dan berada di posisi ke-17 dari 18 peserta.
Dengan hanya tiga laga tersisa, secara matematis Semen Padang memang masih berpeluang menyamai poin Madura United FC yang saat ini berada di batas aman dengan 29 poin.
Namun, kekalahan head-to-head dalam dua pertemuan musim ini membuat peluang tersebut tertutup rapat, sekaligus memastikan degradasi tak terelakkan.
Semen Padang pun menyusul PSBS Biak yang lebih dulu dipastikan turun kasta. Rentetan hasil buruk menjadi penyebab utama keterpurukan Kabau Sirah musim ini.
Kekalahan dari Dewa United menjadi yang keenam secara beruntun, dengan catatan kebobolan 11 gol dan hanya mampu mencetak satu gol dalam periode tersebut.