- Instagram - Persija Jakarta
Persib dan Korea Utara Gagal Buat Persija Melaju ke Asia, Ini Alasan AFC Tetap Berikan Jatah 2 Klub Liga Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Persib Bandung untuk ketiga kalinya secara beruntun tampil di Asia. Sang juara bertahan pun mampu meningkatkan koefisien Liga Indonesia di AFC demi menambah jatah klub Super League.
Selain Persib Bandung, ada Madura United dan Dewa United yang juga merasakan kompetisi kasta ketiga Liga Champions Asia, AFC Challenge League pada edisi 2024-2025 dan 2025-2026.
Pencapaian Persib Bandung, Madura United dan Dewa United ini pun membuat koefisien Liga Indonesia meroket yang bisa menguntungkan klub Super League yang akan tampil di Asia di masa mendatang.
Untuk musim 2026-2027, AFC telah mengumumkan slot alokasi AFC Club Competition untuk membagi jatah setiap negara tampil di Asia. Di mana Indonesia yang berada di peringkat 11 wilayah Timur masih diwakili oleh dua klub di dua kompetisi Asia yang berbeda.
Di musim depan, Super League tetap memberikan dua wakilnya di AFC dengan penampilan Persib Bandung dan Borneo FC. Dengan skema juara akan tampil di play off AFC Champions League Two dan runner up tampil di AFC Challenge League.
Di sisi lain, Persija yang telah dipastikan finis di peringkat ketiga pun membuka peluang untuk tampil di turnamen internasional. Termasuk sebagai wakil Indonesia di ASEAN Club Championship jika AFF menerima permintaan I.League atas perwakilan Indonesia dari peringkat ketiga dan keempat klasemen akhir Super League 2025-2026.
Namun terdapat rumor yang menyebutkan bahwa Persija bisa saja bergabung dengan Persib dan Borneo FC untuk tampil di Asia.
Hal ini bermula dari akun X @JakzRedss mengunggah ulang konten soal Persija berpeluang tampil di Asia.
"Semoga AFC bisa memilih Persija untuk menjadi salah satu wakil Indonesia di ACGL karena kemungkinan besar wakil Korea Utara tidak lolos lisensi AFC," tulis akun @JakzRedss.
Dalam unggahan tersebut, tertera bahwa "Liga Indonesia Bisa Kirim Tiga Wakil Ke Asia di Musim depan (2026-2027)" dengan tangkapan layar regulasi AFC.
Dalam regulasi tersebut, konten ini menguutip soal syarat regulasi Liga Indonesia bisa kirim tiga wakil ke Asia.
"ACL Two: distribusi pembagian slot harus sesuai dengan ranking 12 ke atas Anggota Asosiasi yang berada di Ranking Regional yang sama".
"ACGL: distribusi pembagian slot ranking 13 ke bawah antara Anggota Asosiasi yang berada di Ranking Regional yang sama".
Pada pasal lainnya, konten tersebut membahas soal Regulasi AFC di mana terdapat kalimat: "Regulasi AFC jika salah satu member sesama, regional dan tier kompetisi sama, AFC bida memilih wakil lain berdasarkan peringkat Liga di slide 1".
Konten tersebut menjelaskan di mana terdapat pemberian slot tambahan jika ada negara yang gagal mendapatkan lisensi AFC namun memiliki jatah tampil di Asia.
Dalam konteks konten tersebut adalah Korea Utara yang mana memang memiliki jatah satu klub untuk tampil di babak play off ACGL.
Sayangnya, mimpi Persija untuk tampil menggantikan klub Korea Utara ini langsung dipatahkan. Konten yang diunggah akun @JakzRedss itu kemudian dikomentari oleh akun X @FootyRankings yang memang membahas soal kompetisi di Asia.
"Ini tidak benar, hanya Kuwait, Uzbekistan dan Australia yang akan memiliki jatah tiga klub di musim depan," tulis akun Footy Rankings.
Dengan sanggahan tersebut, Persija pun tak memiliki peluang untuk menemani Persib Bandung dan Borneo FC main di Asia.
Meski demikian, masih ada kesempatan bagi Persija untuk tampil di Asia di masa yang akan datang. Termasuk kesempatan untuk menambah slot tambahan via jalur juara.
Mulai musim 2025-2026, juara AFC Champions League Elite, AFC Champions League Two dan AFC Challenge League dipastikan promosi dan tak mengganggu alokasi klub asal negaranya.
Artinya, jika musim depan Persib atau Borneo FC menjadi juara di Asia dan Persija tetap finis di peringkat ketiga, maka Persija bisa tampil di kompetisi Asia pada musim 2027-2028.