- Media Piala Presiden
Singgung Regulasi FIFA, Pelatih Persib Kritik Piala Presiden Habis-habisan Usai Bawa Maung Bandung ke Final
"Saat saya berbicara soal ini, saya bukan hanya membahas pemain Persib. Saya juga berbicara tentang pemain Persija, Persebaya, Arema, atau semua pemain, karena merekalah yang harus tampil di lapangan," ungkapnya.
Pelatih berusia 48 tahun itu bahkan melontarkan kritik paling tajam ketika membahas risiko cedera akibat jadwal yang terlalu padat. Menurutnya, semua pihak harus memikirkan konsekuensi terburuk apabila pemain dipaksa bertanding tanpa waktu pemulihan yang memadai.
"Bayangkan jika dalam pertandingan dua hari kemudian ada pemain yang mengalami serangan jantung. Siapa yang akan bertanggung jawab? Orang akan berkata kepada saya, 'Pelatih, Anda yang memainkan pemain itu hingga akhirnya meninggal'. Kalau begitu, siapa yang bertanggung jawab? Saya benar-benar ingin tahu mengapa situasi seperti ini bisa terjadi. Mengapa? Apa alasannya? Selisih satu hari, dua hari, atau tiga hari sangat berarti. FIFA sudah memiliki aturan yang jelas," katanya.
Igor Tolic juga mengungkapkan bahwa Persib menjalani musim tersibuk sepanjang sejarah klub. Selain tampil di Super League, Maung Bandung juga akan berkompetisi di AFC Champions League Two, ASEAN Club Championship, Piala Indonesia, serta harus menjalani agenda tim nasional yang membuat sejumlah pemain absen.
Situasi tersebut, menurutnya, membuat pelatih harus menghadapi tantangan besar untuk menjaga kebugaran pemain sekaligus mempertahankan performa tim di berbagai ajang.
Meski melontarkan kritik keras kepada penyelenggara, Igor Tolic tetap memberikan apresiasi terhadap atmosfer kompetisi yang mempertemukan empat klub dengan rivalitas terbesar di Indonesia. Ia berharap ke depan pertandingan seperti Persib kontra Persija, Persebaya melawan Arema, dapat menjadi pesta sepak bola yang dinikmati suporter dalam kondisi aman dan nyaman.
"Saya selalu percaya bahwa sepak bola seharusnya menjadi sebuah festival sepak bola. Persib, Persija, Persebaya, dan Arema adalah klub-klub terbesar di sepak bola Indonesia. Pertandingan seperti ini seharusnya menjadi sebuah perayaan sepak bola," tutup Igor Tolic.