news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Direktur Komersial dan Operasional Persita, Evelyn Chaty.
Sumber :
  • PSSI

IWL 2026-2027 Dinilai Bisa Bangun Ekosistem Sepak Bola Putri yang Berkelanjutan

IWL 2026/2027 dinilai menjadi langkah penting untuk membangun sepak bola putri Indonesia. Persita berharap liga ini menciptakan ekosistem profesional dan berkelanjutan.
Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:00 WIB
Editor :

‎Jakarta, tvOnenews.com - Indonesia Women's League (IWL) 2026/2027 dinilai menjadi langkah penting untuk membangun masa depan sepak bola putri Indonesia. Kompetisi yang digelar oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) itu diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang lebih profesional dan berkelanjutan.

‎IWL dijadwalkan mulai bergulir pada 17 Oktober 2026. Seluruh pertandingan musim perdana akan dipusatkan di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta.

‎Kehadiran kompetisi tersebut mendapat sambutan positif dari klub peserta. Salah satunya datang dari Persita Tangerang yang menilai IWL dapat memberikan panggung sekaligus membuka jalur karier yang lebih jelas bagi pesepak bola putri.

‎Direktur Komersial dan Operasional Persita, Evelyn Chaty, menyebut keberadaan liga menjadi kesempatan besar bagi pemain putri untuk mengembangkan kariernya. Ia berharap kompetisi tersebut mampu memberikan kepastian bagi generasi muda yang ingin menekuni sepak bola secara profesional.

Direktur Komersial dan Operasional Persita, Evelyn Chaty
Sumber :
  • PSSI


‎"Pemain putri kini memiliki kesempatan, panggung, dan masa depan untuk mengejar mimpi sebagai pesepak bola profesional," ujar Direktur Komersial dan Operasional Persita Evelyn Chaty dalam keterangan resmi PSSI, Jumat (14/8/2026). 

‎Evelyn menilai kehadiran IWL bukan hanya soal pertandingan di lapangan. Menurutnya, kompetisi yang berjalan secara konsisten juga menjadi bagian penting dalam membentuk ekosistem sepak bola wanita yang memiliki prospek jangka panjang.

‎Selama ini, pemain maupun pelatih sepak bola putri disebut telah lama menantikan kompetisi yang dapat berlangsung secara berkelanjutan. IWL diharapkan mampu menjawab kebutuhan tersebut sekaligus menjadi wadah bagi talenta-talenta muda untuk mendapatkan pengalaman kompetitif.

‎Bagi Persita, keterlibatan dalam IWL juga memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar mengikuti kompetisi. Klub asal Tangerang tersebut ingin ikut meletakkan fondasi bagi perkembangan sepak bola wanita nasional.

‎Evelyn menilai pengembangan sepak bola putri tidak dapat dilakukan secara instan. Proses tersebut membutuhkan waktu panjang sehingga keberlanjutan kompetisi harus menjadi salah satu perhatian utama.

‎Menurutnya, regulasi yang diterapkan dalam IWL juga perlu memperhatikan kondisi klub. Aspek operasional dan finansial menjadi bagian penting agar kompetisi tidak hanya berjalan satu musim, tetapi dapat terus berkembang pada masa mendatang.

‎Persita juga memberikan dukungan terhadap sistem drafting pemain yang diterapkan dalam kompetisi. Evelyn menilai mekanisme tersebut dapat membantu menciptakan pemerataan kekuatan apabila dilakukan secara transparan dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh peserta.

‎Selain regulasi pemain, konsep penyelenggaraan secara terpusat di Jakarta juga mendapatkan penilaian positif. Sistem tersebut dianggap lebih realistis untuk musim perdana karena dapat membantu klub maupun penyelenggara dalam mengelola kebutuhan pertandingan.

‎Konsep arena terpusat juga dinilai memiliki sejumlah keuntungan. Kualitas lapangan dapat lebih mudah dikontrol, koordinasi pertandingan menjadi lebih sederhana, sementara klub dapat menekan kompleksitas logistik selama kompetisi berlangsung.

‎Persita sendiri memastikan akan berusaha memberikan lingkungan profesional kepada para pemainnya. Hal itu mencakup berbagai kebutuhan mulai dari kontrak, fasilitas latihan, layanan medis, nutrisi, hingga pengelolaan tim.

‎Dukungan terhadap IWL juga datang dari Persikad Depok. Pemilik klub Persikad, Dolly Abdullah, mengaku bersyukur timnya mendapatkan kesempatan untuk terlibat sejak awal penyelenggaraan kompetisi sepak bola putri tersebut.

‎Dolly menilai kelahiran IWL merupakan gagasan positif dari Ketua Umum PSSI Erick Thohir beserta jajaran dan operator kompetisi I.League. Menurutnya, keberadaan liga dapat menjadi titik awal untuk membangun kompetisi sepak bola putri yang lebih terstruktur.

‎Persikad juga melihat sistem drafting sebagai mekanisme yang tepat untuk fase awal kompetisi. Sistem tersebut dinilai dapat membantu pemerataan kekuatan sekaligus memberikan ruang bagi pemain-pemain muda putri untuk berkembang.

‎Selain aspek teknis, Dolly menyoroti konsep pertandingan yang terpusat dari sisi operasional dan komersial. Menurutnya, model tersebut dapat mengurangi biaya sekaligus membuka peluang terbentuknya ekosistem baru di kawasan Soemantri Brodjonegoro.

‎Format tersebut bahkan dinilai dapat membuat IWL memiliki nuansa seperti sebuah festival olahraga. Pertandingan dapat dipadukan dengan aktivasi merek dan berbagai kegiatan sponsor sehingga memberikan nilai komersial yang lebih besar.

‎Persikad juga menyatakan kesiapannya memenuhi standar profesional yang dibutuhkan dalam kompetisi. Klub tersebut menyiapkan berbagai kebutuhan pemain, termasuk kontrak, gaji, tempat tinggal atau mess, serta program latihan.

‎Dolly menyebut subsidi dari operator dan PSSI dapat membantu klub menjalani musim perdana. Namun, Persikad tetap menyiapkan strategi pemasaran sendiri untuk menarik merek yang memiliki relevansi dengan sepak bola putri.

‎Menurutnya, keberlanjutan liga akan sangat bergantung pada kemampuan kompetisi membangun nilai komersial. Jika kualitas pertandingan terus meningkat dan ekosistem bisnis berkembang, IWL diyakini dapat menjadi medium bisnis baru bagi sepak bola putri Indonesia.

‎IWL 2026/2027 akhirnya tidak hanya membawa misi mencari juara. Kompetisi tersebut diharapkan menjadi fondasi untuk menciptakan jalur profesional bagi pemain, membangun klub yang lebih mandiri, serta memperluas ekosistem sepak bola wanita di Tanah Air. ‎(igp/fan) 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:44
09:08
08:51
10:28
08:01
08:09

Viral