- Persija.id
PSS Sleman Akhirnya Buka Suara Soal Polemik Hanif Sjahbandi yang Tiba-tiba ke Arema FC
Jakarta, tvOnenews.com - PSS Sleman akhirnya memberikan penjelasan mengenai status Hanif Sjahbandi yang secara mengejutkan kembali memperkuat Arema FC untuk kompetisi musim 2026-2027. Manajemen Super Elang Jawa menegaskan bahwa proses kerja sama dengan sang gelandang tidak pernah sampai pada tahap penandatanganan kontrak.
Pernyataan tersebut disampaikan PSS Sleman setelah Arema FC mengumumkan kepulangan Hanif Sjahbandi pada Jumat (18/9/2026). Pemain berusia 29 tahun itu sebelumnya sempat diperkenalkan PSS sebagai rekrutan anyar pada Juli lalu dan bahkan sudah mengikuti latihan bersama tim asuhan Pieter Huistra.
Dalam keterangan resminya, PSS Sleman menyebut proses antara kedua pihak memang tidak berlanjut hingga kontrak resmi. Klub asal Sleman tersebut memilih menghormati keputusan Hanif untuk melanjutkan perjalanan kariernya bersama Arema FC.
"PSS Sleman dan Hanif Sjahbandi tidak mencapai kesepakatan hingga penandatanganan kontrak," bunyi pernyataan resmi PSS dikutip dari website resminya pada Jumat (18/9/2026).
"PSS Sleman menghormati apapun keputusan yang telah diambil oleh Hanif Sjahbandi," sambungnya.
"PSS Sleman mendoakan yang terbaik untuk perjalanan karier Hanif selanjutnya," lanjutnya.
Pada 15 Juli 2026, Hanif memang sudah terlihat mengikuti latihan perdana PSS bersama sekitar 30 pemain di Lapangan Pakembinangun, Sleman. Namun, status Hanif bersama PSS ternyata belum berujung pada kontrak yang ditandatangani kedua pihak.
Kondisi tersebut menjelaskan mengapa sang pemain kemudian tidak masuk dalam bagian skuad PSS ketika klub mempersiapkan komposisi tim untuk menghadapi musim baru.
Situasi tersebut akhirnya berubah secara drastis setelah Arema FC membuka kembali pintu untuk Hanif. Singo Edan resmi mengumumkan kepulangan pemain yang pernah memperkuat klub tersebut pada periode 2017 hingga 2022.
Hanif memiliki hubungan panjang dengan Arema FC karena pernah menjadi bagian dari skuad yang meraih trofi Piala Presiden pada 2017 dan 2019. Pengalaman selama lima tahun di Malang membuatnya sudah cukup mengenal lingkungan klub, atmosfer pertandingan, serta karakter sepak bola yang berkembang di Arema. (fan)