- Persija
Persija Resmi Ajukan Banding Usai Sanksi Komite Disiplin PSSI Keluar, Tak Terima Terusir dari Kandang Hingga Denda Ratusan Juta
Jakarta, tvOnenews.com - Persija Jakarta memilih menempuh jalur banding setelah menerima serangkaian sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI buntut pertandingan menghadapi Persib Bandung.
Macan Kemayoran keberatan dengan hukuman berupa dua pertandingan kandang di luar DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat serta denda tambahan yang dijatuhkan.
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persija Jakarta, Albinus Laurent, memastikan klub akan mengajukan banding secara resmi. Pihaknya saat ini tengah mempersiapkan berbagai dokumen yang nantinya dimasukkan ke dalam memori banding.
Persija berharap langkah tersebut bisa membatalkan hukuman dua pertandingan kandang usiran. Selain itu, Macan Kemayoran turut meminta peninjauan terhadap denda tambahan yang menyertai sanksi tersebut.
"Pihak kami (Persija) memang akan mengajukan banding resmi untuk membatalkan sanksi laga usiran plus denda tambahan," ujar Albinus Laurent.
Hukuman dari Komdis PSSI membuat Panpel Persija dilarang menggelar dua pertandingan sebagai tuan rumah di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Dampak dari keputusan tersebut bahkan sudah dirasakan Macan Kemayoran pada pekan ketiga Super League 2026/2027.
Persija terpaksa menjamu Java United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (19/9/2026). Pertandingan tersebut juga berlangsung tanpa kehadiran penonton dan berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk Macan Kemayoran.
Masih ada satu pertandingan kandang lainnya yang masuk dalam periode hukuman tersebut. Persija dijadwalkan menjamu Arema FC pada 21 Oktober 2026 sehingga hasil banding akan menentukan lokasi pertandingan itu.
Jika hukuman tidak berubah, Persija harus kembali mencari stadion di luar DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Situasi tersebut membuat Macan Kemayoran berharap proses banding sudah mendapatkan kepastian sebelum pertandingan menghadapi Arema.
Selain larangan menggelar dua pertandingan kandang di tiga wilayah tersebut, Persija menerima sejumlah hukuman finansial. Jika seluruh denda diakumulasikan, nominalnya mencapai Rp180 juta.
Albinus menjelaskan salah satu hukuman berasal dari insiden pelemparan botol dalam pertandingan Persija menghadapi Persib. Empat botol air minum tercatat dilempar dari Tribun Barat ke arah pemain Persib pada menit ke-39 sehingga berujung denda Rp30 juta.
"Denda Rp 30 juta karena ada pelemparan botol air minum ke arah tim Persib. Kemudian lanjut lagi, Rp 60 juta itu untuk bakar flare," kata Albinus Laurent.
Denda Rp60 juta tersebut berkaitan dengan penyalaan tiga flare di Tribun Utara dan pelemparan satu petasan dari Tribun Barat pada menit ke-90+3. Komdis PSSI kemudian mencatat adanya pelanggaran lain selepas pertandingan berakhir.
Sejumlah personel tanpa ID Card disebut berada di area FOP dan depan ruang ganti Persija. Pelanggaran tersebut membuat Macan Kemayoran kembali mendapatkan hukuman berupa denda sebesar Rp50 juta.
"Kemudian, Rp 50 juta itu karena ada orang-orang yang tidak terakreditasi dengan ID card masuk ke lapangan saat pertandingan berakhir. Itu ditotal saja sudah Rp 140 juta," ucapnya.
Tiga hukuman yang diputuskan dalam sidang Komdis PSSI pada 15 September tersebut membuat total denda sementara mencapai Rp140 juta. Namun, Persija kembali mendapatkan sanksi tambahan dalam sidang berikutnya pada 16 September.
Panpel Persija dijatuhi denda Rp40 juta setelah terjadi penyalaan kembang api di area hotel tempat tim Persib menginap sebelum pertandingan. Komdis juga mencatat sejumlah peristiwa kerusuhan yang berkaitan dengan laga Persija kontra Persib hingga berujung pada larangan menggelar dua pertandingan kandang di DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
"Kami juga kena sanksi berupa larangan menggelar laga kandang di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Dari sanksi tersebut, terdapat denda lagi Rp 40 juta. Jadi kalau ditotal sampai Rp 180 juta," ucap Albinus Laurent.
Dengan demikian, total hukuman finansial yang diterima Persija mencapai Rp180 juta. Sementara hukuman laga kandang sudah membuat pertandingan menghadapi Java United dipindahkan ke Bali dan masih berpotensi berdampak pada duel melawan Arema FC.
Persija kini tengah mengumpulkan dokumen yang dibutuhkan sebelum menyerahkan memori banding. Klub berharap data yang disiapkan dapat menjadi dasar untuk meminta peninjauan terhadap hukuman yang telah diputuskan Komdis PSSI.
"Kami siapkan dulu data-datanya baru mengajukan banding," pungkasnya.
(igp/hfp)