news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Konferensi Pers I.League Soal Sanksi Komite Disiplin PSSI Imbas Ricuh Suporter Tandang.
Sumber :
  • tvOnenews-Ilham Giovani

Singgung FIFA, I.League Minta Komite Disiplin PSSI Lebih Tegas Soal Imbas Kericuhan Suporter

Larangan suporter tandang akhirnya dicabut setelah tiga tahun lamanya diterapkan I.League. Ferry Paulus mengakui beberapa syarat diajukan pihak keamanan atas pertandingan mana yang dapat dihadiri oleh suporter tim tandang. 
Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:20 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Direktur Utama I.League, Ferry Paulus meminta Komite Disiplin PSSI lebih tegas soal sanksi yang diberikan untuk klub imbas kericuhan suporter di beberapa pertandingan Liga Indonesia baik Super League mau pun Championship. 

Larangan suporter tandang akhirnya dicabut setelah tiga tahun lamanya diterapkan I.League. Ferry Paulus mengakui beberapa syarat diajukan pihak keamanan atas pertandingan mana yang dapat dihadiri oleh suporter tim tandang. 

Ferry Paulus bahkan tak ragu mengingatkan bahwa larangan suporter tandang ini berasal dari rekomendasi FIFA. Sehingga FIFA pun terus memantau Liga Indonesia setelah larangan tersebut dicabut bersyarat. 

"PSSI, dalam hal ini juga dimonitor oleh FIFA, memberikan izin untuk bisa dihadiri suporter tim tandang, ke mana saja, dengan catatan adalah suporter tim tandang tidak memiliki rivalitas suporter dengan tim tuan rumah," kata Ferry Paulus di Jakarta, Rabu (21/10/2026). 

Sayangnya, yang terjadi adalah kericuhan suporter tim tandang justru berasal dari suporter tim yang mendapatkan rekomendasi dari pihak keamanan. 

"Nah, pertandingan kemarin itu sebenarnya tidak ada indikasi dari pihak kepolisian akan terjadi kericuhan atau keributan, bahkan suporter tim tandang yang hadir lebih dari 10 persen kapasitas yang disediakan," kata Ferry Paulus.

Selain kericuhan antar suporter di laga Persita Tangerang melawan Persija, kejadian serupa turut hadir di laga kasta kedua Liga Indonesia antara PSIS Semarang dan PSGC Ciamis. 

Bahkan dalam beberapa kesempatan, panitia penyelenggara pertandingan justru memberikan kuota lebih banyak bagi suporter tim tamu dari yang direkomendasikan oleh pihak kepolisian karena tak terindikasi menimbulkan kericuhan. 

Tapi karena provokasi, lanjut Ferry, justru menimbulkan gesekan suporter yang berimbas pada kericuhan dua kubu. Untuk itu, Ferry meminta Komite Disiplin PSSI memberikan sanksi lebih besar jika kejadian serupa kembali terulang. 

"I-League akan terus mendorong kepada PSSI untuk bisa memberikan barangkali sanksi, dan jika memang ini akan berulang kembali, kami akan memberikan dorongan kepada PSSI untuk bisa diberikan sanksi yang lebih besar daripada yang sekarang ini," kata Ferry. 

"Bahkan jika perlu, tidak boleh ada suporter away khusus untuk beberapa klub yang benar-benar eh sangat mengganggu ini," kata Ferry.

Ancaman ini pun dinilai Ferry bisa menjadi teguran awal bagi klub-klub untuk bisa menertibkan suporternya. Termasuk memberikan edukasi agar suporter justru tak merugikan klub kesayangan mereka. 

"Memang putusan Komdis ini akan bertambah atau berlapis jika terjadi pengulangan, bahkan eh di kasus sama jika terjadi kerusuhan yang sama terhadap suporter yang sama, maka seperti biasa Komdis juga akan eh meningkatkan sanksinya," kata Ferry. 

Ferry pun terus mengingatkan pada suporter bahwa Liga Indonesia sudah semakin menjadi daya tarik di level internasional. Sebut saja Borneo FC dan Persib yang tampil di Liga Champions Asia dan jadi wakil Indonesia di ajang ASEAN Club Championship. 

"I-League tentunya mendorong terus untuk bisa menjadi bagian yang tertib buat kita semua, mengingat bahwa sepak bola ini eh sudah terasa baik, apalagi kalau kita lihat beberapa pertandingan internasional, ada pertandingan-pertandingan yang mendapatkan poin penuh ya, seperti Persib Bandung, kemudian ada Borneo FC," kata Ferry. 

"Kami tidak mau bahwa karena persoalan-persoalan seperti ini bisa merembet kepada hal yang lain," tutupnya. (hfp)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:08
08:29
08:13
08:12
13:03
04:39

Viral