- Persebaya.id
Dua Kali Gagal Penalti, Persebaya Kalah dari PSM Makassar, Bernardo Tavares Soroti Penyelesaian Akhir
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengungkapkan kekecewaannya terhadap buruknya penyelesaian akhir para pemain setelah timnya tumbang 0-1 dari PSM Makassar. Sejumlah kesempatan emas gagal dikonversi menjadi gol, termasuk dua percobaan tendangan penalti yang sama-sama tidak membuahkan hasil.
"Menurut saya, kami tampil lebih baik daripada tim lawan, kami memiliki lebih banyak peluang. Kami sempat membuat bola membentur tiang, ada sundulan dari Yuran, serta tembakan dari Toni," kata Tavares dikutip dari laman resmi I.League, Jumat.
Hasil negatif tersebut menjadi kekalahan perdana Persebaya sepanjang kompetisi BRI Super League 2026/2027. Bajul Ijo harus mengakui keunggulan PSM Makassar dalam pertandingan pekan keenam yang berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Kamis (22/10).
Pertandingan sebenarnya berjalan cukup ketat sebelum gol bunuh diri Yuran Fernandes pada menit ke-74 mengubah kedudukan. Gol tersebut akhirnya menjadi satu-satunya pembeda sekaligus memastikan PSM mengamankan kemenangan 1-0.
Persebaya sempat mendapatkan peluang besar untuk terhindar dari kekalahan ketika pertandingan memasuki masa injury time babak kedua. Wasit menunjuk titik putih setelah Agung Mannan melakukan pelanggaran terhadap Risto Mitrevski di area penalti.
Alex Martins yang dipercaya sebagai eksekutor gagal menjalankan tugasnya setelah sepakannya berhasil dibendung kiper PSM, Muhammad Ardiansyah. Namun, wasit memutuskan penalti harus diulang karena penjaga gawang tersebut dianggap sudah meninggalkan garis sebelum tendangan dilepaskan.
Kesempatan kedua ternyata tidak mengubah keadaan bagi Persebaya. Martins kembali gagal mencetak gol setelah Ardiansyah sekali lagi sukses menggagalkan eksekusi penalti tersebut.
" Kami juga melancarkan beberapa umpan silang, namun umpan terakhir maupun penyelesaian akhir kami kurang maksimal. Di sisi lain, tim lawan tidak mencetak gol dan bahkan tidak melepaskan tembakan ke arah gawang kami," ujar Tavares.
Juru taktik asal Portugal itu menilai Persebaya sebenarnya memiliki cukup banyak kesempatan untuk membawa pulang hasil positif. Sayangnya, ketidakmampuan memaksimalkan peluang membuat seluruh upaya timnya sepanjang pertandingan berakhir sia-sia.
"Satu-satunya tembakan ke arah gawang justru dilakukan oleh pemain kami sendiri yang berujung gol bunuh diri. Selain itu, kami juga mendapatkan kesempatan melalui penalti, tetapi sayangnya gagal memanfaatkannya," katanya.