- instagram Xabi Alonso
Xabi Alonso Dipecat Real Madrid, Manchester United Siaga di Tikungan?
tvOnenews.com - Kemungkinan Xabi Alonso berlabuh ke Manchester United mendadak menjadi topik panas di Eropa.
Setan Merah tengah berada di persimpangan penting setelah kursi pelatih kembali lowong, dan nama Alonso dinilai cocok dengan proyek jangka panjang yang ingin dibangun di Old Trafford.
Dengan reputasi sebagai pelatih muda progresif dan pengalaman di level elite, Alonso dianggap mampu membawa arah baru bagi Manchester United yang masih mencari stabilitas.
Situasi ini kian menarik karena pemecatan Alonso dari Real Madrid terjadi hampir bersamaan dengan krisis manajerial di Manchester United.
Klub Inggris itu baru saja berpisah dengan Ruben Amorim dan belum menetapkan pelatih interim definitif. Dalam konteks tersebut, Alonso muncul sebagai kandidat potensial, terutama jika manajemen MU siap memberikan kewenangan besar yang sebelumnya tidak ia dapatkan di Madrid.
Akhir Singkat Xabi Alonso di Santiago Bernabeu
Real Madrid resmi mengakhiri kerja sama dengan Xabi Alonso sebagai pelatih kepala. Keputusan tersebut diumumkan sehari setelah kekalahan dari Barcelona pada ajang Piala Super Spanyol di Arab Saudi.
Pihak klub menyatakan perpisahan terjadi atas dasar kesepakatan bersama, sembari menegaskan Alonso sebagai legenda yang selalu mencerminkan nilai-nilai Los Blancos dan akan tetap dihormati oleh penggemar.
Namun, laporan media Eropa menggambarkan situasi yang berbeda. BBC menyebut pemecatan ini sebagai “pecat de facto”, dengan menulis bahwa Alonso tidak mengundurkan diri secara sukarela, “karena telah terjadi ketegangan dengan dewan terkait taktik dan manajemen tim selama beberapa bulan.”
- REUTERS/Susana Vera
Ketegangan tersebut perlahan menggerogoti posisinya, meski masa baktinya belum genap satu musim. Alonso sebelumnya ditunjuk menggantikan Carlo Ancelotti yang hijrah ke tim nasional Brasil.
Ekspektasi tinggi langsung dibebankan di pundaknya, mengingat rekam jejak cemerlangnya bersama Bayer Leverkusen. Namun, kenyataan di Madrid jauh lebih kompleks dibandingkan yang ia hadapi di Jerman.
Retak Hubungan Internal dan Politik Bernabeu
Gaya sepak bola Alonso yang terstruktur dan disiplin tinggi ternyata tidak sepenuhnya sejalan dengan karakter ruang ganti Real Madrid yang dipenuhi bintang.
Media Eropa menyoroti adanya friksi dengan pemain-pemain utama seperti Vinícius Júnior dan Kylian Mbappé, bahkan konflik terbuka disebut terjadi usai kekalahan dari Barcelona.
Selain persoalan pemain, Alonso juga dinilai gagal meyakinkan jajaran eksekutif klub. Real Madrid memang hanya tertinggal empat poin dari Barcelona di La Liga, namun kepercayaan internal sudah terlanjur menipis. “Presiden Florentino Perez dinilai tidak sepenuhnya mempercayai Alonso,” tulis chosun, Selasa (13/1/2026).
Lingkungan Bernabeu yang dikenal sarat politik dan bermentalitas “superstar-first” kembali menelan korban. Perubahan taktik yang kerap dilakukan membuat tim kehilangan identitas, sementara pendekatan personal Alonso dianggap tidak cukup fleksibel untuk meredam ego para pemain elite.
Manchester United dan Kursi Pelatih yang Menggoda
Kepergian Alonso dari Madrid tidak serta-merta meredupkan prospeknya. Justru sebaliknya, pintu menuju Premier League terbuka lebar. Manchester United disebut sebagai kandidat terkuat untuk mengamankan jasanya.
Klub tersebut saat ini masih menimbang opsi jangka pendek seperti Michael Carrick atau Ole Gunnar Solskjaer, namun untuk proyek musim panas, Alonso dinilai paket komplet.
Keberhasilan Alonso membangun Bayer Leverkusen sejak 2022, hingga membawa klub itu juara Bundesliga tanpa terkalahkan pada musim 2023–2024, menjadi nilai jual utama.
Di Leverkusen, ia mendapat kontrol penuh atas sistem dan arah tim—sesuatu yang bisa ditawarkan Manchester United demi membangun fondasi baru.
Nama Alonso juga sempat dikaitkan dengan Liverpool dan Tottenham Hotspur, namun peluang paling realistis tetap berada di Old Trafford.
Dengan kursi pelatih Manchester United yang masih kosong dan kebutuhan akan figur visioner, Alonso berada di posisi strategis untuk menentukan langkah berikutnya.
Untuk sementara, Xabi Alonso kemungkinan akan menepi sembari menimbang opsi terbaik. Namun satu hal jelas: kegagalannya di Real Madrid belum tentu menjadi akhir cerita, melainkan awal dari bab baru—yang mungkin saja bertajuk Manchester United. (udn)