news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pelatih Manchester United, Michael Carrick.
Sumber :
  • instagram manutd

Lulus Tapi Belum Meyakinkan: Debut Tak Terduga Michael Carrick Diuji Blok Rendah Fulham, Bagaimana Masa Depan Setan Merah?

Kalimat “Fulham adalah ujian sesungguhnya bagi Michael Carrick” pun menggema di hari-hari awal masa tugasnya. Pertanyaannya bagaimana Setan Merah membongkar pertahanan
Rabu, 4 Februari 2026 - 16:51 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Debut Michael Carrick sebagai pelatih interim Manchester United berjalan di luar dugaan banyak pihak. Dua kemenangan beruntun atas Manchester City dan Arsenal membuat publik Old Trafford tiba-tiba berbicara tentang harapan baru. 

Namun justru di situlah paradoksnya muncul. Kemenangan atas tim besar dianggap spektakuler, tapi belum tentu mencerminkan stabilitas sesungguhnya.

Kalimat “Fulham adalah ujian sesungguhnya bagi Michael Carrick” pun menggema di hari-hari awal masa tugasnya. 

Melansir dari berbagai sumber, bukan karena Fulham lebih kuat dari City atau Arsenal, melainkan karena pendekatan mereka yang kontras. 

Blok rendah, disiplin posisi, dan kesabaran menunggu kesalahan lawan menjadi tantangan nyata bagi United yang dituntut dominan tanpa ruang transisi.

Ujian Blok Rendah dan Cara United Merespons

Fulham datang ke Old Trafford dengan rencana jelas: bertahan rapat dan mematikan jalur progresi United. 

Pertanyaannya sederhana namun krusial, bagaimana Setan Merah membongkar pertahanan yang tidak memberi ruang di belakang garis lawan.

Jawabannya datang dari bola mati. VAR memang menurunkan keputusan pelanggaran Jorge Cuenca terhadap Matheus Cunha dari penalti menjadi tendangan bebas, namun hasil akhirnya tetap menguntungkan tuan rumah. 

Bruno Fernandes di Manchester United
Sumber :
  • REUTERS/Dylan Martinez

Bruno Fernandes mengirim umpan lambung yang disambut sundulan Casemiro di tiang jauh. Kombinasi Fernandes–Casemiro bukan cerita baru. Sejak musim 2022/2023, keduanya kerap saling melengkapi dalam situasi set piece. 

Pemahaman detail dan timing menjadi senjata penting United saat kesulitan menembus blok rendah lewat permainan terbuka.

Gol kedua pun lahir dari kerja sama lini tengah. Casemiro mengirim umpan tanpa melihat ke arah Cunha, yang melepaskan tembakan keras menembus atap gawang Bernd Leno.

Momen ini menegaskan bahwa United tidak hanya mengandalkan crossing, tetapi juga progresi vertikal cepat dari area sentral.

Di bawah Carrick, wajah lini depan United terlihat lebih cair. Penempatan Bryan Mbeumo sebagai penyerang tengah memberi dimensi baru, terutama dalam kombinasi satu-dua sentuhan. 

Matheus Cunha, meski tercatat bermain melebar, kerap bergerak ke half-space untuk menciptakan keunggulan jumlah pemain.

Pergerakan ini membuka ruang bagi Amad Diallo dan Luke Shaw di sisi sayap. Fulham kesulitan membaca arah serangan karena United tidak terpaku pada satu pola. Setelah Cunha ditarik keluar, Bruno Fernandes mengambil alih peran eksploitasi ruang, terutama di sisi kanan.

Dalam proses gol penentu, Fernandes menarik perhatian Calvin Bassey, menciptakan celah di jantung pertahanan. 

Benjamin Sesko membaca situasi dengan cermat, menciptakan ruang bagi dirinya sendiri sebelum melepaskan tembakan akurat di menit ke-94.

Michael Carrick Tegaskan Ini Bukan Sekadar Kemenangan Vs Fulham: Emosi, Karakter, dan Momen yang Tak Tergantikan!
Sumber :
  • instagram manutd

Kobbie Mainoo kembali dipercaya Carrick dan membentuk trio seimbang bersama Casemiro dan Fernandes. Casemiro menjadi pemutus serangan, Fernandes pengatur tempo, sementara Mainoo berperan sebagai penghubung yang menjaga ritme transisi.

Namun pendekatan bertahan United menyimpan risiko. Carrick memilih blok kompak di area sendiri, membiarkan Fulham membawa bola hingga area tengah sebelum melakukan intervensi keras. Strategi ini efektif dalam duel dan blok tembakan, tetapi berbahaya jika timing meleset.

Pergantian Casemiro dengan Manuel Ugarte di menit ke-74 menjadi titik balik. United bertahan terlalu dalam, kehilangan kontrol, dan akhirnya dihukum. Raul Jimenez mencetak gol penalti menit ke-85, disusul gol Kevin di menit ke-91 yang menghapus keunggulan dua gol United.

Gol telat Sesko kembali memunculkan istilah klasik “Fergie Time” di Theatre of Dreams. Kemenangan 3-2 ini menjadi kemenangan ketiga Carrick, sekaligus cerminan masa awal kepemimpinannya.

Jika Fulham memang ujian sesungguhnya, maka Manchester United lulus. Namun nilainya belum memuaskan.

Carrick telah menunjukkan potensi, fleksibilitas, dan keberanian taktik, tetapi juga mewarisi masalah lama: menjaga kontrol hingga peluit akhir. Musim masih panjang, dan catatan ini tak bisa diabaikan. (udn)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:18
01:01
01:52
05:54
07:49
05:37

Viral