- Instagram @oufcofficial
Bawa-bawa Ole Romeny, Media Inggris Ungkap Penyebab Oxford United Terdegradasi ke Kasta Ketiga Liga Inggris
tvOnenews.com - Nasib kurang beruntung dialami pemain Timnas Indonesia, Ole Romeny, bersama klubnya Oxford United di musim 2025/2026.
Klub asal Inggris tersebut dipastikan terdegradasi dari Championship (Liga 2) ke League One (Liga 3) setelah gagal keluar dari zona merah hingga pekan ke-45.
Kepastian pahit itu datang usai pesaing mereka, Charlton Athletic, meraih kemenangan 2-1 atas Hull City.
Hasil tersebut membuat Oxford United tidak lagi memiliki peluang untuk mengejar posisi aman, meski masih menyisakan satu pertandingan.
- Oxford United
Di balik kegagalan ini, sejumlah media Inggris mencoba mengurai penyebab terpuruknya Oxford United.
Salah satunya adalah BBC yang menilai bahwa masalah tim bukan berasal dari satu faktor saja, melainkan akumulasi dari berbagai hal sejak awal musim.
"Apa yang salah? Ini bukan satu hal besar tetapi serangkaian hal yang berkaitan."
"Jadwal pramusim di Indonesia yang bernasib malang dan jendela transfer musim panas yang stop dan start berkontribusi ke start pelan di mana klub tak bisa pulih," ucap Jerome Sale dari BBC Radio Oxford.
Selain itu, faktor pergantian pelatih di tengah musim juga dianggap memperburuk situasi tim. Perubahan arah taktik dan adaptasi pemain disebut menjadi hambatan tersendiri.
"Pergantian pelatih yang tepat juga turut berpengaruh," tutur Jerome Sale.
Sorotan serupa juga datang dari jurnalis Last Word on Sports, Dale Ventham.
Ia bahkan secara tegas menyebut bahwa keikutsertaan Oxford United di Piala Presiden 2025 menjadi titik awal kemunduran tim.
"Oxford United mengumumkan tur pramusim ke Indonesia, tetapi ini menjadi awal kehancuran bagi tim asuhan Gary Rowett," tulis Dale Ventham.
Menurutnya, turnamen tersebut memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap kesiapan tim, terutama karena masalah cedera dan buruknya persiapan.
Salah satu pemain yang terdampak adalah Ole Romeny.
Penyerang Timnas Indonesia itu mengalami cedera saat menghadapi Arema FC di fase grup, yang membuatnya harus absen dalam waktu cukup lama.
"The U’s kehilangan beberapa pemain karena cedera, organisasi acara tersebut buruk, dan membuat skuad tertinggal beberapa minggu dalam hal persiapan menjelang musim baru," sambung Dale Ventham.
Dampaknya terasa jelas saat musim dimulai. Oxford United tampil tidak siap dan langsung tertinggal dari tim-tim lain sejak awal kompetisi.
"Skuad mereka kurang persiapan dan mendapati diri mereka harus mengejar ketertinggalan sejak hari pertama," tambah Dale Ventham.
Secara umum, awal musim yang buruk memang sering menjadi penentu nasib sebuah tim di kompetisi seketat Championship.
Data dari berbagai analisis liga Inggris menunjukkan bahwa tim yang gagal meraih poin maksimal dalam 10 laga awal cenderung sulit keluar dari zona degradasi.
Kondisi ini semakin diperparah dengan inkonsistensi performa, cedera pemain kunci, serta kurangnya kedalaman skuad, semua faktor yang dialami Oxford United musim ini.
Bagi Ole Romeny, situasi ini tentu menjadi pukulan tersendiri. Cedera yang dialaminya tidak hanya menghambat kontribusinya di klub, tetapi juga berpotensi memengaruhi performanya bersama Timnas Indonesia.
Kini, dengan status baru di League One musim depan, Oxford United harus segera berbenah.
Evaluasi menyeluruh, perencanaan pramusim yang lebih matang, serta manajemen skuad yang lebih baik akan menjadi kunci jika mereka ingin kembali ke Championship dalam waktu dekat.
(tsy)