- REUTERS/Toby Melville
Pemain Keturunan Indonesia Disorot Media Inggris usai Merasa ‘Dicurangi’, Pascal Struijk Frustrasi Berat di Laga Kontra Chelsea
Jakarta, tvOnenews.com - Pemain keturunan Indonesia, Pascal Struijk, menjadi sorotan utama media Inggris. Menurut mereka, Struijk merasa frustrasi berat karena dicurangi Chelsea.
Leeds United bermain menghadapi Chelsea di semifinal Piala FA 2024-2025 di Wembley pada Minggu (26/4/2026) kemarin. Dalam duel ini, The Blues diasuh pelatih sementara, Calum McFarlane.
Chelsea memecat Liam Rosenior pada pekan lalu setelah rangkaian lima laga beruntun tanpa kemenangan di Liga Inggris. Mereka terancam absen di kompetisi Eropa musim depan, namun masih menjaga asa lolos melalui Piala FA.
Jika berhasil menjadi juara, maka Chelsea akan tampil di Liga Europa. Di sisi lain, tiket lolos dan trofi Piala FA juga menjadi hal yang prestisius untuk Leeds United.
Namun, mereka kalah dengan skor 0-1 dalam laga semalam. Chelsea berhasil merengkuh kemenangan berkat gol tunggal Enzo Fernandez pada menit ke-23.
Kekalahan ini sulit diterima oleh Leeds. Terlebih, sejumlah kejadian di babak kedua membuat para pemain The Whites meradang.
Pascal Struijk menjadi salah satu di antaranya. Pemain keturunan Indonesia itu dilaporkan melakukan protes keras terhadap wasit Jarred Gillett yang memimpin laga.
“Pascal Struijk terdengar mengatakan kepada wasit Jarred Gillett bahwa ini adalah kali keempat musim ini seorang kiper lawan terjatuh saat melawan Leeds United,” demikian kabar dari media Inggris, The Leeds Press.
“Rekaman juga tampak menunjukkan manajer Chelsea, Call McFarlane, menginstruksikan salah satu pemainnya untuk memberi isyarat kepada Sanchez agar terjatuh, karena mereka jelas kesulitan mengatasi perubahan taktik Leeds,” tambahnya.
The Leeds Press melanjutkan bahwa tim asuhan Daniel Farke baru saja membangun momentum permainan dalam kejadian tersebut. Tak ayal, Struijk merasa frustrasi karenanya.
Terlebih, sang pemain keturunan Indonesia merasa bertanggung jawab untuk gol yang diciptakan Enzo Fernandez. Sebab, dia kehilangan bola sebelum gol tercipta.
“Leeds mulai membangun momentum dan menciptakan beberapa peluang sebelum Sánchez terjatuh, mengganggu alur permainan dan memberi The Blues kesempatan untuk mengatur ulang strategi dan menerima instruksi baru,” tulisnya.
“Struijk berhak merasa frustrasi, tetapi ia juga harus mengakui kesalahannya sendiri karena kehilangan bola sebelum gol Fernández di babak pertama,” lanjut ulasan tersebut.