- Tvonenews/Julio
Dari Kiper Inter Milan sampai Eks Timnas Indonesia, Intip 6 Sosok Fenomenal yang Paling Dibenci Suporter Garuda
Jakarta, tvOnenews.com - Barisan suporter Timnas Indonesia mencintai sederet pemain naturalisasi seperti Justin Hubner sampai Ivar Jenner, hingga Marselino Ferdinan serta Rizky Ridho yang berstatus para penggawa lokal berkualitas.
Kecintaan suporter Garuda terhadap para idolanya pun tidak lepas dari prestasi. Rasa bangga juga dilatari kemampuan individu sang pemain, maupun sikapnya di dalam atau luar lapangan.
Namun, dalam beberapa tahun belakang ada sederet pemain yang menuai banyak sorotan negatif dari suporter Timnas Indonesia.
Barisan penggemar sepak bola Tana Air pun sampai kecewa karena mereka memperlihatkan tingkah negatif.
Beberapa pemain yang mengecewakan suporter Garuda bahkan ada figur ternama, yang beberapa di antaranya berseragam Inter Milan sampai berlabel Timnas Indonesia sendiri.
Setidaknya ada enam sosok pesepak bola yang paling dibenci suporter Garuda pada era saat ini.
Siapa sajakah mereka? Berikut ulasannya.
Emil Audero
Emil merupakan pemain yang berkarier di Serie A Liga Italia bersama Inter Milan. Dia memiliki darah Indonesia dari ayahnya yang lahir di Lombok.
PSSI pun dikabarkan ingin melakukan naturalisasi terhadap Emil. Namun, pemain yang tengah dipinjamkan ke Inter Milan itu disebut-sebut menolak karena masih menunggu panggilan Timnas Italia.
Sikap yang diperlihatkan Emil tidak jarang membuat suporter Indonesia kecewa. Berbagai kritik lantas membanjiri akun media sosial sang pemain, sehingga Emil mematikan kolom komentar akun media sosialnya.
Doan Van Hau
Nama Doan Van Hau menjadi sorotan suporter Indonesia karena sering mengadopsi gaya bermain kasar.
Dia kerap membuat para pemain Timnas Indonesia frustrasi karena aksi-aksi kotornya di atas lapangan.
Doan Van Hau tidak ragu tampil ngotot hingga melancarkan tekel-tekel berbahaya ke pemain lawan. Situasi demikian tak ayal membuat para suporter Timnas Indonesia kesal.
Andri Syahputra
Andri Syahputra lahir di Lhokseumawe, Aceh. Namun, dia pindah ke Qatar bersama keluarganya untuk melanjutkan pendidikan ketika menginjak usia 15 tahun.
Pelatih Indra Sjafri sempat menawarkan Andri Syahputra untuk membela Timnas Indonesia U-19 pada 2017. Namun, dia menolak dan memilih bergabung dengan Qatar.