- ANTARA/AFP/Frank Fife
Bukan Messi dan Ronaldo, Ternyata Pemain Terkaya di Dunia Berasal dari Asia Tenggara
Jakarta, tvOnenews.com - Siapa yang tidak kenal dengan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo? Dua pemain paling fenomenal ini selalu menjadi sorotan dalam sepak bola karena punya latar segudang prestasi.
Ronaldo dan Messi pun kerap bersaing menjadi yang terbaik dari berbagai sisi. Kemampuan mereka yang di atas rata-rata membuat berbagai klub rela merogoh kocek dalam-dalam untuk mendapatkan jasanya.
Klub-klub rela memberikan gaji selangit demi bisa mengontrak Messi dan Ronaldo.
Saat ini pun Ronaldo menjadi atlet sepak bola dengan bayaran tertinggi sebesar 173 juta poundsterling per tahun, atau setara Rp3,2 triliun.
Di bawah Ronaldo ada Messi yang digaji Inter Miami sebesar 62 juta poundsterling (Rp1,2 triliun) per musimnya.
Pendapatan Messi dan Ronaldo itu belum dihitung dari sisi sponsor dan hak brand image.
Situasi demikian membuat Ronaldo dan Messi tak ayal bergelimang harta dan kehidupan glamor.
Kendati demikian, Messi dan Ronaldo bukanlah pesepak bola terkaya di dunia. Ternyata di bumi ini masih ada yang lebih tajir dari mereka.
Siapakah sosok 'sultan' sepak bola yang dimaksud? Berikut ulasannya.
Lebih Tajir dari Messi dan Ronaldo
Faiq Bolkiah merupakan pesepak bola asal Brunei Darussalam. Kini sosok 24 tahun itu membela klub Thailand, Ratchaburi FC.
Dikutip dari laman Transermarkt, Faiq berposisi sebagai penyerang. Posisi terbaik dia adalah winger kiri, tetapi juga bisa ditempatkan sebagai penyerang tengah dan winger kanan.
Faiq merupakan pemain jebolan akademi Chelsea. Dia merupakan putra dari salah satu pangeran Brunei, yakni Abdul Hakeem Bolkiah.
Darah bangsawan tak ayal membuat Faiq bergelimang harta. Dihimpun dari berbagai sumber, pemain berpostur 175 cm itu memiliki total kekayaan sekitar 20 miliar poundsterling.
Jika dikonversi ke nilai tukar rupiah kekayaan Faiq setara Rp371 triliun.
Faiq memang bergelimang harta. Namun, dia tidak termasuk atlet sepak bola terkaya dunia versi Forbes.
Penyebabnya karena harta Faiq bukan berasal dari gajinya di klub, melainkan sumber kekayaan dia dari warisan keluarga kerajaan Brunei.