- Juventus Official
Rugikan Emil Audero, Kontroversi VAR Kembali Terjadi di Liga Italia saat Juventus Bantai Cremonese 5-0
Jakarta, tvOnenews.com - Kontroversi soal VAR kembali terjadi pada pentas Liga Italia. Kali ini, melibatkan kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, yang menderita kekalahan telak saat Cremonese dibantai Juventus 0-5.
Gawang Audero bergetar lima kali tanpa balas saat I Grigiorossi bertandang ke Allianz Stadium, Turin, Selasa (13/1/2026) dini hari WIB. Sang kiper Timnas Indonesia sudah tak berdaya pada 15 menit pertama.
Juventus unggul dua gol melalui Gleison Bremer dan Jonathan David. Namun, Cremonese sebenarnya punya peluang emas setelah itu.
Wasit Ermanno Feliciani sempat menunjuk titik putih di menit ke-23 setelah Denis Johnsen terjatuh kala memperebutkan bola dengan Manuel Locatelli. Namun, keputusan itu kemudian dianulir setelah dirinya melihat ulang melalui VAR.
Kontroversi tercipta karena pelatih Cremonese, Davide Nicola, memprotes keras keputusan wasit. Dia pun dikartu merah atas hal tersebut.
Namun demikian, mantan wasit Liga Italia, Luca Marelli, sepakat dengan keputusan wasit Feliciani. Itu berlebihan untuk diganjar penalti karena kontak Locatelli dengan Johnsen agak ringan dan sang kapten Juventus telah lebih dulu mendapatkan bola.
"Terjadi kontak pada bola, tetapi kemudian, saat ia bergerak maju, ia mendarat dengan stud sepatunya di tulang kering kirinya. Itu bukan tekel yang mudah,” kata Marelli kepada DAZN.
“Kontak selanjutnya agak ringan dan dinamis. Dari sudut pandang saya, itu adalah penalti yang sedikit berlebihan; mungkin ada alasan untuk membatalkannya," tambahnya.
Hanya beberapa menit kemudian, Juve justru mendapatkan penalti karena Federico Baschirotto melakukan handball. Bola sempat mengenai kakinya setelah berupaya menghalau tembakan Khephren Thuram.
Para pemain Cremonese, termasuk Audero, pun memprotesnya. Meski itu bukan sentuhan pertama, Marelli menilai bahwa pemberian penalti adalah keputusan yang tepat.
“Lengannya sangat lebar, itu tidak penting apakah bola menyentuh kaki terlebih dulu,” kata Marelli soal keputusan penalti untuk Juventus.
Tendangan penalti Kenan Yildiz sempat ditepis oleh Emil Audero. Namun, bola memantul ke tiang dan kembali kepada sang penyerang Juventus, yang kemudian mencetak gol ketiga.
Di babak kedua, Juve berhasil menyelesaikan misi dengan menambah dua gol lagi. Tendangan Weston McKennie berbuah gol bunuh diri Filippo Terracciano untuk gol keempat dan kemudian sebuah tandukan darinya memastikan gol kelima.