- REUTERS/Pablo Morano
Disorot Usai Kalah dari Albacete, Arbeloa Buka Suara: Sentil Mental Pemain Real Madrid
Jakarta, tvOnenews.com - Manajer anyar Real Madrid, Alvaro Arbeloa, mulai memaparkan gambaran besar yang ingin ia bangun bersama Los Blancos.
Debut Arbeloa bersama Real Madrid langsung diwarnai tekanan besar usai laga ketat melawan Albacete. Hasil negatif tersebut menjadi sorotan, terlebih karena terjadi di ajang Copa del Rey yang selalu memiliki makna spesial bagi Madrid.
Tekanan kian bertambah setelah Real Madrid juga menelan kekalahan di Piala Super dari Barcelona. Situasi itu memicu spekulasi bahwa publik Santiago Bernabeu berpotensi mencemooh tim saat kembali bermain di kandang.
Di tengah suasana sulit tersebut, Arbeloa justru mengirim pesan menenangkan kepada para Madridista. Ia menegaskan bahwa dukungan suporter adalah elemen penting dalam sejarah panjang kesuksesan klub ibu kota Spanyol itu.
“Saya sangat menghormati pendapat para pendukung Bernabeu. Saya mengerti bahwa para penggemar Madrid merasa sakit hati dan kecewa dengan kami, tetapi saya akan meminta dukungan mereka," ujar Arbeloa dikutip dari Football Espana.
“Dalam sejarah Real Madrid selama 123 tahun, gelar hanya diraih ketika Bernabeu mendukung para pemain," lanjutnya.
Arbeloa juga mengutip pesan legendaris yang menggambarkan kekuatan atmosfer stadion kebanggaan Madrid. Kutipan tersebut menjadi simbol betapa besar peran suporter dalam mengangkat mental para pemain di lapangan.
“Juanito mengatakan bahwa '90 menit di Bernabeu terasa sangat lama' – ketika Bernabeu bersama para pemain kami. Itulah yang akan saya minta dari mereka," katanya.
Ketika ditanya lebih jauh soal pendekatan taktik, Arbeloa memilih bersikap tertutup dan tidak memberikan detail teknis. Ia lebih menekankan pentingnya identitas, karakter, dan mentalitas juara dalam tim asuhannya.
“Saya ingin melihat tim Real Madrid yang bertekad menang sejak menit pertama, di mana tidak ada keraguan bahwa tujuan kami adalah menyerang gawang lawan," katanya.
“Saya ingin Bernabeu tahu apa yang kami inginkan," ucapnya.
Menurut Arbeloa, karakter pemain menjadi kunci utama agar tim mampu bangkit dari tekanan. Ia ingin para pemain tampil dengan kepribadian kuat yang mampu menginspirasi tribune stadion.
“Saya menginginkan tim dengan banyak karakter, banyak kepribadian, dan yang menginspirasi," ujarnya.
“Saya ingin para penonton Bernabeu melihat diri mereka tercermin dalam para pemain mereka," katanya.
Usai kekalahan dari Albacete, kapten Dani Carvajal sempat menyebut tim berada di titik terendah. Pernyataan tersebut menjadi latar bagi Arbeloa untuk menyampaikan pesan reflektif kepada skuadnya di ruang ganti.
“Saya mengerti bahwa orang-orang mencari seseorang untuk disalahkan, tetapi saya berupaya menemukan solusi," katanya.
“Segala sesuatu yang terjadi di lapangan adalah tanggung jawab saya," ucapnya.
Arbeloa menegaskan bahwa sebagai pelatih, ia merasa bertanggung jawab penuh atas performa tim. Ia juga menekankan pentingnya membantu pemain keluar dari situasi sulit secara kolektif.
“Ketika keadaan tidak berjalan baik, saya mengerti bahwa saya harus mampu membantu pemain saya dengan lebih baik," katanya.
“Saya merasa sangat bertanggung jawab atas segala sesuatu yang terjadi di lapangan," pungkasnya. (yus)