- X/AlNassrFC | Instagram/bahbri27
Drama Penalti Al Nassr dan Kartu Merah untuk Kapten Al Kholood, Pengamat Tegaskan: Tidak Sportif
tvOnenews.com - Kemenangan 3-0 Al Nassr atas Al Kholood pada Sabtu (31/1/2026) dini hari WIB tidak lepas dari sorotan tajam terkait keputusan wasit.
Meski Al Nassr tampil dominan, dua insiden krusial di babak kedua justru memincu kontroversi dan perdebatan di antara para pengamat sepak bola.
Insiden pertama yang memanaskan atmosfer pertandingan terjadi pada menit ke-72. Wasit mengeluarkan kartu merah langsung kepada Hattan Bahebri setelah melakukan pelanggaran keras terhadap bek Al Nassr, Mohamed Simakan. Keputusan tersebut diambil setelah wasit meninjau layar Video Assistant Referee (VAR).
- Instagram/bahbri27
Menurut analis wasit asal Mesir, Mohamed Kamal Risha sekaligus komentator untuk surat kabar Arriyadiyah, keputusan mengusir Bahebri adalah langkah yang tepat.
Risha juga menilai bahwa intensitas terjangan Bahebri masuk dalam kategori permainan kasar yang membahayakan keselamatan lawan (serious foul play).
Baginya, kartu merah tersebut bukanlah keputusan yang dilebih-lebihkan karena terdapat kontak fisik cukup yang fatal.
"Bahebri menyikut dada Simakan, tetapi dengan kekuatan minimal. Ini adalah tindakan tidak sportif, yang pantas mendapatkan kartu kuning kedua diikuti kartu merah, karena pemain tersebut sudah menerima kartu kuning di babak pertama," ujar Risha yang juga merupakan mantan wasit internasional, dikutip Arriyadiyah, Sabtu (31/1/2026).
Risha mengatakan bahwa kartu merah yang langsung dikeluarkan oleh wasit memang terlihat terlalu keras. Namun, wasit dengan jelas menganggapnya sebagai tindakan yang tidak sportif.
"Kartu merah langsung terlalu keras, dan jelas wasit menganggap insiden yang dilihatnya di monitor, setelah meninjaunya di ruang VAR, sebagai tindakan tidak sportif," kata Risha.
- X/AlNassrFC
Namun, pendapat berbeda muncul dari pengamat perwasitan asal Yordania, Ahmed Abu Khadija. Ia pun memberikan kritik pedas terhadap keputusan penalti yang diberikan wasit Abdullah Fahad Al Owaydan.
Abu Khadija menyatakan bahwa kontak antara pemain bertahan Al Kholood dengan Coman sangat minim dan tidak cukup untuk dikategorikan sebagai pelanggaran.