news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pelatih Juventus Luciano Spalletti.
Sumber :
  • REUTERS/Ciro De Luca

Momen Unik usai Juventus Ditahan Lazio: Luciano Spalletti Cium Pipi Reporter Wanita Sembari Tuntut Reformasi Wasit

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, curhat panjang lebar soal wasit Liga Italia hingga menuntut reformasi. Ini terjadi setelah timnya hampir kalah dari Lazio di lanjutan Serie A.
Senin, 9 Februari 2026 - 11:41 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, curhat panjang lebar soal wasit Liga Italia hingga menuntut reformasi. Ini terjadi setelah timnya hampir kalah dari Lazio di lanjutan Serie A.

I Bianconeri berupaya bangkit dari kekalahan 0-3 dari Atalanta di Coppa Italia saat menjamu Lazio di Allianz Stadium, Senin (9/2/2026) dini hari tadi WIB. Namun, mereka kesulitan berarti untuk membuka skor.

Teun Koopmeiners sempat mencetak gol, namun dianulir oleh wasit Marco Guida karena Khephren Thuram berada dalam posisi offside. Yang ada, Juve malah tertinggal menjelang jeda turun minum akibat gol Pedro Rodriguez.

Baru dua menit babak kedua berjalan, Lazio sudah memperlebar keunggulan melalui Gustav Isaksen. Untungnya, tandukan Weston McKennie pada menit ke-59 menyalakan sedikit harapan untuk Juventus.

Sayangnya, mereka baru bisa menyamakan skor pada masa injury time melalui Pierre Kalulu. Duel berakhir imbang dengan skor 2-2 namun pelatih Luciano Spalletti tidak puas dengan kepemimpinan wasit.

Ketika gol Koopmeiners yang dianulir, ada sebuah insiden juga ketika Mario Gila dilanggar Juan Cabal dan berpotensi penalti. Hal ini ditanyakan oleh DAZN kepada Spalletti seusai pertandingan.

“Wasit bisa menafsirkannya sesuai keinginannya, karena bek tersebut ceroboh saat melakukan tekel meluncur, jadi dia mengambil risiko. Saya di sini bukan untuk mengatakan apakah itu penalti atau bukan. Dia bisa saja berlari kembali ke bola, tetapi saya akan melihat dari sudut pandang yang lebih luas,” kata Spalletti kepada DAZN.

“Sekarang semua orang memprotes aturan, tetapi selalu ada interpretasi. Tekanan akibat menginjak kaki, handball yang tidak terlihat oleh siapa pun di stadion tetapi mereka memperbesar gambarnya dengan kamera, semuanya terbuka untuk interpretasi. Anda tidak bisa menggeneralisasi bahwa setiap kontak adalah penalti,” tambahnya

Spalletti mengkritik aturan yang dianggap terlalu kaku. Dia mengambil contoh dalam pertandingan melawan Atalanta ketika wasit menghadiahkan penalti karena handball oleh Gleison Bremer.

“Saya tidak pernah membicarakan wasit ketika keputusan merugikan saya atau menguntungkan saya. Dalam pertandingan melawan Atalanta, VAR meminta wasit untuk melihat kembali pelanggaran handball satu setengah menit kemudian, ketika tidak ada seorang pun, termasuk Raffaele Palladino yang berada tepat di sebelah saya di pinggir lapangan, yang tahu apa maksud dari hal itu,” tambahnya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:24
01:11
03:11
07:15
06:13
15:24

Viral