- REUTERS/Albert Gea
Barcelona Digilas Atletico, Wasit dan VAR Jadi Sasaran Amarah Cules Usai Keok 0-4 di Semifinal Copa del Rey
Jakarta, tvOnenews.com – Barcelona hancur lebur di markas Atlético Madrid dengan skor telak 0-4 pada laga semifinal Copa del Rey. Sejumlah keputusan VAR yang menuai kontroversi memicu gelombang kemarahan dari para pendukung setia Blaugrana.
Malam di Riyadh Air Metropolitano berubah menjadi mimpi buruk yang tak akan mudah dilupakan skuad FC Barcelona beserta para pendukungnya. Pasukan Hansi Flick pulang dengan kepala tertunduk setelah dihajar Atlético Madrid empat gol tanpa balas pada leg pertama semifinal Copa del Rey, Jumat dini hari WIB.
Namun kisah pertandingan ini tak berhenti pada dominasi tuan rumah semata. Bara kemarahan justru menyala dari kubu tamu yang merasa dirugikan oleh sejumlah keputusan wasit Jose Maria Sanchez Martinez sepanjang laga.
Petaka Blaugrana dimulai sangat cepat saat laga baru memasuki menit keenam. Kesalahan komunikasi di lini belakang membuat bola kiriman Eric Garcia tak mampu dikendalikan Joan Garcia dan berujung gol bunuh diri.
Upaya Pau Cubarsi menyapu bola di garis gawang tak cukup menyelamatkan situasi. Skor 1-0 untuk Atletico menjadi awal malam panjang yang menyakitkan bagi tim tamu.
Delapan menit berselang, gawang Barcelona kembali bergetar. Antoine Griezmann menuntaskan umpan terobosan Nahuel Molina dengan sepakan kaki kiri yang terukur dan membuat publik tuan rumah bersorak.
Atletico tak mengendurkan tekanan sedikit pun setelah unggul dua gol. Pertahanan Barcelona yang tampak rapuh kembali ditembus pada menit ke-33 lewat sepakan first time Ademola Lookman memaksimalkan umpan Julian Alvarez.
Dominasi itu mencapai puncaknya di masa injury time babak pertama. Alvarez mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima assist Lookman dan menutup paruh pertama dengan keunggulan telak 4-0.
Memasuki babak kedua, Barcelona mencoba merespons dengan meningkatkan tempo permainan. Harapan sempat muncul saat Pau Cubarsi mencetak gol pada menit ke-51 dalam situasi kemelut di depan gawang.
Akan tetapi, selebrasi itu terhenti setelah wasit meninjau VAR cukup lama. Gol dianulir karena Robert Lewandowski dinilai lebih dulu berada dalam posisi offside dalam proses terjadinya gol.
Keputusan tersebut memicu gelombang protes di media sosial, termasuk dari akun BarçaTimes. Mereka secara terbuka mempertanyakan konsistensi penggunaan VAR yang dianggap merugikan Barcelona.
Kemarahan itu juga merujuk pada tekel keras Giuliano Simeone terhadap Alejandro Balde yang tidak berujung kartu merah. Banyak pihak menilai ada ketimpangan dalam standar penilaian wasit malam itu.
Situasi semakin sulit bagi Barcelona pada menit ke-85. Eric Garcia yang telah mengantongi kartu kuning akhirnya diusir keluar lapangan setelah wasit mengubah keputusannya menjadi kartu merah usai meninjau VAR atas pelanggaran terhadap Alex Baena.
Bermain dengan sepuluh orang dalam kondisi tertinggal empat gol membuat sisa laga terasa berat bagi tim tamu. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 4-0 tetap bertahan dan menjadi modal besar Atletico menuju leg kedua.
Kini Barcelona menghadapi tantangan amat berat untuk membalikkan keadaan di kandang sendiri. Di tengah luka kekalahan dan kontroversi yang membekas, pertanyaan besar pun muncul apakah mereka mampu bangkit atau justru tenggelam dalam polemik yang terus bergulir.
(sub)