- REUTERS/Daniele Mascolo
Mantan Pelatih Top Liga Italia Ikut Kritik Cristian Chivu dan Alessandro Bastoni usai Kontroversi di Derby d'Italia
Jakarta, tvOnenews.com - Mantan pelatih top Liga Italia, Fabio Capello, ikut mengkritik Cristian Chivu dan Alessandro Bastoni. Hal ini seiring kontroversi yang terjadi saat Inter Milan mengalahkan Juventus.
I Nerazzurri menaklukkan Si Nyonya Tua dengan skor 3-2 dalam duel bertajuk Derby d’Italia di Stadio San Siro. Gol Piotr Zielinski menentukan hasil akhir pada Minggu (15/2/2026) dini hari WIB.
Namun, kontroversi mencuat setelah laga lantaran keputusan wasit Federico La Penna terhadap Pierre Kalulu terbilang kontroversial. Sang bek Juve diberi kartu kuning kedua setelah menjadi korban Alessandro Bastoni.
Bastoni disinyalir melakukan diving dengan minimnya kontak dari Kalulu. Pelatih Inter, Cristian Chivu, mengakui bahwa sentuhannya memang minim, namun itu tetap sentuhan.
- REUTERS/Daniele Mascolo
Pernyataan Chivu tersebut telah dikritisi banyak pihak, termasuk legenda Juventus, Alessandro Del Piero. Namun, kini Fabio Capello, yang pernah melatih Juve di tahun 2004 hingga 2006, juga ikut buka suara.
Menurut Capello, Bastoni bertindak tidak kayak dengan diving-nya. Dia juga menyayangkan karena Bastoni adalah pemain bintang Timnas Italia.
“Ada dua hal yang sangat mengejutkan saya. Pertama: pemain seperti Bastoni, yang berkaliber internasional dan figur kunci di tim nasional kita, tidak bisa dan, yang terpenting, tidak boleh berperilaku seperti itu,” tulis Capello di Gazzetta dello Sport.
“Sangat mengecewakan bagi semua penggemar sepak bola melihatnya menipu wasit dengan simulasi yang jelas, terutama karena dia sudah mendapat kartu kuning dan karenanya berisiko mendapat kartu kuning kedua,” tambahnya.
Kemudian, Capello mengkritisi pernyataan Chivu yang mengecewakannya. Sang pelatih Inter menyarankan Kalulu untuk tidak berbuat bodoh karena sudah memiliki kartu kuning.
Pernyataan Chivu terdengar sebagai pembenaran atas aksi Bastoni. Padahal, tindakan diving juga bukan sesuatu yang bisa dibenarkan, menurut Capello.
“Yang kedua, saya sangat mengenal Chivu, karena dia adalah salah satu pemain saya di Roma, tetapi kata-katanya setelah pertandingan sangat mengecewakan saya. Pelatih Inter itu tidak konsisten dengan apa yang dia katakan pada malam sebelum pertandingan, dan pada akhirnya, dia memberi kesan membenarkan apa yang terjadi,” kata Capello.