Taqy Malik Tersandung Dugaan Mark Up Mushaf
Jakarta, tvOnenews.com - Polemik praktik Wakaf mushaf Al-Qur’an di Makkah dan Madinah ramai diperbincangkan di media sosial.
Perdebatan mencuat setelah seorang pemandu umrah asal Indonesia, Randy Permana, mengungkap dugaan penggalangan donasi wakaf mushaf dengan harga jauh di atas pasaran.
Randi menyebut harga mushaf Al-Qur’an di Arab Saudi berkisar 40–50 riyal. Namun, menurutnya, donasi yang dihimpun kepada masyarakat disebut jauh lebih tinggi dari harga tersebut.
Ia menilai praktik penggalangan wakaf secara online berpotensi menimbulkan dampak negatif, termasuk kecurigaan dari otoritas setempat terhadap jemaah umrah asal Indonesia.
Menurut Randy, polemik ini bukan persoalan persaingan bisnis, melainkan kekhawatiran terhadap dampak aturan di Arab Saudi.
Ia menyatakan bahwa otoritas setempat memperbolehkan wakaf mushaf oleh jemaah, namun melarang penggalangan dana secara daring atau komersialisasi yang dipublikasikan di media sosial.
Randy mengaku telah beberapa kali mengingatkan pihak yang bersangkutan secara pribadi sebelum isu ini diungkap ke publik.
Ia menyebut pengunggahan konten distribusi mushaf dalam jumlah besar berpotensi memicu kecurigaan pihak berwenang.
Ia juga menuturkan bahwa sejumlah pekerja pendamping jemaah umrah pernah mengalami pemeriksaan karena aktivitas distribusi sedekah yang dipublikasikan secara daring. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat para pekerja di Arab Saudi merasa resah.
Sementara itu, pihak influencer yang disebut dalam polemik ini telah mengajak Randy untuk melakukan tabayyun secara terbuka. Namun hingga kini, pertemuan antara kedua pihak belum terlaksana.
Randy menegaskan tujuan utamanya adalah mengedukasi masyarakat agar memahami aturan wakaf di Arab Saudi. Ia mengimbau jemaah untuk menyalurkan wakaf melalui jalur resmi dan sesuai ketentuan setempat.
Hingga saat ini, polemik tersebut masih menjadi perbincangan publik dan belum mencapai titik penyelesaian.