- Instagram @juventus
Luciano Spalletti Bawa Kabar Buruk soal Kenan Yildiz Jelang Juventus Lakoni Laga Hidup-Mati Kontra Galatasaray
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, membawakan kabar buruk mengenai Kenan Yildiz menjelang duel kontra Galatasaray. Si Nyonya Tua berada dalam tekanan untuk menang dalam laga tersebut.
Bianconeri berada di ambang kegagalan menembus babak 16 besar Liga Champions 2025-2026. Sebab, mereka menderita kekalahan telak dengan skor 2-5 dari Galatasaray saat melawat ke Istanbul untuk leg pertama.
Juve perlu menang dengan margin empat gol pada laga leg kedua yang akan digelar di Allianz Stadium, Turin pada Kamis (26/2/2026) dini hari nanti WIB. Namun, mereka berada dalam tren yang buruk.
Si Nyonya Tua hanya mampu meraih satu hasil imbang dari lima laga terakhir. Dengan kata lain, mereka tidak pernah menang dalam kelima laga tersebut, dengan menderita kekalahan pada empat laga lainnya.
Lebih buruk lagi, tiga laga terakhir berujung dengan kekalahan di semua ajang. Terakhir adalah Como yang memberikan Juventus kekalahan dengan skor 0-2 pada akhir pekan kemarin.
Luciano Spalletti semakin dibuat pusing oleh kondisi para pemainnya. Gleison Bremer mengalami cedera pada leg pertama melawan Galatasaray dan itu membuatnya harus absen melawan Como.
Kenan Yildiz juga mengalami ketidaknyamanan seusai laga kontra Como. Namun, kedua pemain ini sudah kembali berlatih bersama skuad pada Selasa (24/2/2026) kemarin.
Ada harapan untuk keduanya tersedia, sebagaimana dilaporkan oleh Ilbianconero. Namun demikian, Spalletti membawakan kabar buruk soal kondisi Yildiz.
Pelatih asal Italia itu menyampaikan kabar terbaru soal sang wonderkid asal Turki yang mengakhiri latihan dengan tidak begitu baik. Hal itu membuatnya belum tentu tersedia pada duel kedua melawan Galatasaray.
Namun, Spalletti memuji tekadnya untuk bisa tersedia dalam pertandingan serupa hidup-mati nanti malam. Yildiz dinilai memiliki karakteristik pemimpin dengan berniat untuk hadir dalam pertandingan nanti.
“Bagi kami, dia sudah menjadi seorang pemimpin, meskipun masih sangat muda, sebuah panutan.Hal itu terlihat dari ketenangan yang muncul bahkan di saat-saat sulit, kemudahan dalam mengeksplorasi hal-hal baru ketika semuanya tampak sulit,” kata Spalletti dalam konferensi pers, dikutip dari Ilbianconero.