news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pelatih Inter Milan Cristian Chivu.
Sumber :
  • REUTERS/Claudia Greco

Dihantui Warisan Simone Inzaghi, Rapor Merah Cristian Chivu Bersama Inter Milan di Liga Champions Jadi Sorotan Tajam

Perjalanan Inter Milan bersama Cristian Chivu, menghadirkan dua wajah berbeda musim ini. Di kompetisi domestik melaju meyakinkan, tetapi di Eropa malah terseok.
Rabu, 25 Februari 2026 - 19:44 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Perjalanan Inter Milan bersama pelatih anyar mereka, Cristian Chivu, menghadirkan dua wajah berbeda musim ini. Di kompetisi domestik mereka melaju meyakinkan, tetapi di Eropa justru terseok-seok.

Chivu datang pada musim panas lalu menggantikan Simone Inzaghi dengan ekspektasi tinggi di pundaknya. Publik Giuseppe Meazza berharap kesinambungan prestasi tetap terjaga, terutama di Liga Champions.

Secara statistik di Serie A, Inter tampil nyaris tanpa cela. Nerazzurri bahkan memimpin klasemen dengan keunggulan sepuluh poin atas rival sekota, AC Milan.

Namun, cerita berbeda tersaji saat lampu Liga Champions menyala. Inter gagal melangkah jauh setelah tersingkir di babak gugur pertama.

Kekalahan dari Bodo/Glimt menjadi pukulan telak bagi ambisi mereka di Eropa. Hasil itu terasa kontras dengan dominasi yang mereka tunjukkan di kancah domestik.

Perbandingan dengan era Inzaghi pun tak terelakkan. Menurut laporan Tuttosport, selama empat musim menukangi Inter, Inzaghi memang hanya mempersembahkan satu Scudetto.

Akan tetapi, pencapaiannya di Eropa meninggalkan standar tinggi. Ia membawa Inter dua kali menembus final Liga Champions, meski keduanya berakhir tanpa trofi.

Lebih dari itu, konsistensi Inzaghi tercermin dari catatan kekalahan yang minim. Dari 34 pertandingan Liga Champions, ia hanya menelan empat kekalahan.

Sebaliknya, Chivu justru mengalami lima kekalahan dalam enam laga terakhir di kompetisi yang sama. Angka tersebut menjadi sorotan tajam dan memunculkan pertanyaan soal kesiapan Inter bersaing di level tertinggi.

Sebagian kalangan menilai adaptasi Chivu masih membutuhkan waktu. Mengelola tekanan kompetisi Eropa memang berbeda dengan menjaga stabilitas di liga domestik.

Meski begitu, tak bisa dimungkiri bahwa ekspektasi terhadap Inter selalu besar. Klub dengan sejarah panjang dan ambisi tinggi tentu tak ingin sekadar berjaya di dalam negeri.

Kini, Chivu menghadapi tantangan krusial untuk membuktikan kapasitasnya. Ia harus menemukan formula agar Inter tak hanya perkasa di Serie A, tetapi juga kembali disegani di pentas Eropa.

Keberhasilan meraih gelar liga memang akan menjadi pencapaian penting di musim pertamanya. Namun, untuk benar-benar menyamai atau bahkan melampaui warisan Inzaghi, Chivu dituntut membawa Inter melangkah lebih jauh di Liga Champions pada musim-musim mendatang.

(sub)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:11
07:34
05:04
05:03
03:45
05:51

Viral