- Ajax
Legenda Ajax Amsterdam Kritik Maarten Paes, Kiper Timnas Indonesia Itu Dibilang Merepotkan, Kok Bisa?
Hasil imbang melawan NEC dan Zwolle membuat Ajax naik satu tingkat ke posisi tiga klasemen dengan koleksi 44 poin.
Mereka sedikit diuntungkan karena Feyenoord dan NEC sama-sama menelan kekalahan pada pekan yang sama.
Sementara itu, PSV Eindhoven masih kukuh di puncak dengan 65 poin dan berpeluang meraih gelar liga untuk ketiga musim beruntun.
Feyenoord berada di peringkat kedua dengan 48 poin.
Artinya, Ajax kini terpaut empat angka dari posisi runner-up, batas terakhir zona Liga Champions.
Dengan Belanda hanya mendapat dua tiket ke UEFA Champions League, persaingan memperebutkan posisi kedua menjadi sangat krusial.
Kompetisi masih menyisakan sembilan pertandingan, sehingga peluang Ajax untuk merangsek naik masih terbuka.
Namun, konsistensi performa, termasuk kestabilan di sektor penjaga gawang, akan menjadi faktor penentu.
Bagi Paes, tekanan tentu tak ringan. Selain membawa ekspektasi besar sebagai kiper utama baru, ia juga menjadi sorotan publik Indonesia yang mengikuti kiprahnya di Eropa.
Adaptasi terhadap gaya permainan Ajax yang menuntut distribusi presisi tinggi jelas membutuhkan waktu.
Meski mendapat label “merepotkan” dari analis, fakta bahwa ia mencatat rating tertinggi dan clean sheet menunjukkan sisi lain dari performanya: refleks dan positioning yang tetap terjaga.
Kini, tantangannya adalah menemukan keseimbangan antara keberanian membangun serangan dan keamanan dalam penguasaan bola.
Jika mampu memperbaiki detail kecil dalam distribusi, kritik tajam bisa berubah menjadi pengakuan atas kualitasnya sebagai kiper.
(tsy)