news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Calvin Verdonk Terkejut Maarten Paes Gabung Ajax.
Sumber :
  • Ajax

Legenda Ajax Amsterdam Kritik Maarten Paes, Kiper Timnas Indonesia Itu Dibilang Merepotkan, Kok Bisa?

Maarten Paes kembali dikritik usai laga Ajax vs PEC Zwolle meski catat clean sheet. Analis ESPN menyebut kiper Timnas Indonesia itu “merepotkan”. Simak selengkapnya.
Selasa, 3 Maret 2026 - 13:56 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, kembali menjadi bahan diskusi di Belanda setelah menjalani laga keduanya bersama Ajax Amsterdam di ajang Eredivisie musim 2025/2026.

Setelah debutnya berakhir imbang 1-1 melawan NEC Nijmegen, Paes kembali dipercaya tampil saat Ajax menghadapi PEC Zwolle pada pekan ke-25.

Pertandingan di MAC³PARK Stadion, Minggu (01/03/2026) malam WIB, ditutup dengan skor kacamata 0-0.

Secara statistik, Paes tampil solid. Ia mencatat dua penyelamatan krusial, dua diving save, dua saves in the box, 11 recoveries, serta satu kali sapuan.

Maarten Paes Bicara Soal Status Pelapis Usai Berhasil Debut di Ajax Amsterdam
Sumber :
  • Ajax

Platform statistik FotMob bahkan memberinya rating 7,8, tertinggi di skuad Ajax pada laga tersebut.

Namun, performa impresif di bawah mistar tak sepenuhnya meredam kritik.

Di balik catatan clean sheet, Paes sempat melakukan beberapa kesalahan distribusi yang berpotensi fatal.

Beruntung bagi Ajax, lini depan Zwolle gagal memaksimalkan momen tersebut sehingga gawang tetap aman.

Dua analis ESPN Nederland, Kenneth Perez dan Marciano Vink, menilai masalah utama Ajax justru terletak pada hilangnya penguasaan bola yang terlalu sering.

Dalam analisis mereka, Paes disebut menjadi salah satu faktor yang memperparah situasi.

Perez secara blak-blakan melontarkan kritik pedas setelah melihat sejumlah cuplikan pertandingan.

"Mereka memiliki kiper yang paling merepotkan dalam sejarah," kata Perez dikutip dari Voetbal Primeur.

"Paes itu, dia memainkan bola-bola paling gila. Anda harus menjaganya dengan bersih, atau tidak menjaganya sama sekali," lanjut analis asal Denmark itu.

Pernyataan tersebut merujuk pada gaya distribusi Paes yang dinilai terlalu berisiko dalam membangun serangan dari belakang. 

Filosofi permainan Ajax memang mengharuskan kiper aktif terlibat dalam sirkulasi bola, sebuah tradisi yang sudah mengakar sejak era Total Football dan terus dipertahankan hingga kini.

Sebagai catatan, dalam dua pertandingan terakhir, Ajax kerap kesulitan menghadapi pressing tinggi lawan.

Situasi ini memaksa Paes untuk mengambil keputusan cepat, baik dengan umpan pendek berisiko maupun bola panjang yang kadang kurang akurat.

Hasil imbang melawan NEC dan Zwolle membuat Ajax naik satu tingkat ke posisi tiga klasemen dengan koleksi 44 poin.

Mereka sedikit diuntungkan karena Feyenoord dan NEC sama-sama menelan kekalahan pada pekan yang sama.

Sementara itu, PSV Eindhoven masih kukuh di puncak dengan 65 poin dan berpeluang meraih gelar liga untuk ketiga musim beruntun. 

Feyenoord berada di peringkat kedua dengan 48 poin.

Artinya, Ajax kini terpaut empat angka dari posisi runner-up,  batas terakhir zona Liga Champions.

Dengan Belanda hanya mendapat dua tiket ke UEFA Champions League, persaingan memperebutkan posisi kedua menjadi sangat krusial.

Kompetisi masih menyisakan sembilan pertandingan, sehingga peluang Ajax untuk merangsek naik masih terbuka.

Namun, konsistensi performa, termasuk kestabilan di sektor penjaga gawang, akan menjadi faktor penentu.

Bagi Paes, tekanan tentu tak ringan. Selain membawa ekspektasi besar sebagai kiper utama baru, ia juga menjadi sorotan publik Indonesia yang mengikuti kiprahnya di Eropa.

Adaptasi terhadap gaya permainan Ajax yang menuntut distribusi presisi tinggi jelas membutuhkan waktu.

Meski mendapat label “merepotkan” dari analis, fakta bahwa ia mencatat rating tertinggi dan clean sheet menunjukkan sisi lain dari performanya: refleks dan positioning yang tetap terjaga.

Kini, tantangannya adalah menemukan keseimbangan antara keberanian membangun serangan dan keamanan dalam penguasaan bola. 

Jika mampu memperbaiki detail kecil dalam distribusi, kritik tajam bisa berubah menjadi pengakuan atas kualitasnya sebagai kiper.

(tsy)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:32
06:19
12:51
01:04
03:54
03:21

Viral