Polisi Tetapkan 7 Orang Sebagai Tersangka Penyekapan 3 Orang Karyawan Percetakan
Jakarta, tvOnenews.com – Polisi menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam kasus Penyekapan dan penganiayaan terhadap tiga karyawan sebuah percetakan di kawasan Kalibaru, Senen, Jakarta Pusat.
Salah satu tersangka merupakan pemilik percetakan yang diduga menjadi otak aksi penyekapan.
Kasus yang sempat viral di media sosial itu diungkap setelah penyelidikan yang dilakukan Polres Metro Jakarta Pusat.Â
Dari tujuh tersangka yang ditetapkan, pemilik percetakan berinisial MML diduga memerintahkan penyekapan terhadap ketiga korban.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan selama aksi penyekapan berlangsung.
Berdasarkan hasil penyidikan sementara, ketiga korban disekap selama 21 hari setelah dituduh mencuri plat besi percetakan yang disebut bernilai ratusan juta rupiah. Para pelaku menduga ketiga karyawan bertanggung jawab atas hilangnya plat besi tersebut.
"Menurut para pelaku, khususnya pemilik, tiga orang karyawan ini yang berperan mengambil atau yang menyebabkan hilangnya plat besi tersebut sehingga mereka dilakukan penyekapan untuk meminta ganti rugi," kata pihak kepolisian.
Namun, menurut keterangan korban, mereka hanya mengakui mengambil limbah plat percetakan yang kemudian dijual seharga Rp700 ribu. Dari hasil penjualan tersebut, Rp500 ribu telah dikembalikan kepada pihak perusahaan.
Alih-alih diproses melalui jalur hukum, ketiganya justru disekap dan diminta membayar uang sebesar Rp50 juta sebagai ganti rugi.
Salah seorang korban mengaku mengalami kekerasan fisik selama penyekapan. Ia mengatakan sempat dipukul menggunakan penggaris besi di bagian belakang tubuh oleh salah satu pelaku.
Korban juga mengungkapkan bahwa dirinya bersama korban lain tidak diberi makan selama tiga hari. Makanan baru diperoleh setelah seorang office boy merasa iba dan diam-diam memberikan makanan.
Namun, tindakan tersebut justru mendapat teguran dari pihak pelaku melalui Whatsapp grup percakapan internal perusahaan.
"Kenapa kasih makan mereka? Mereka maling, enggak seharusnya dikasih makan," ujar korban menirukan isi teguran yang diterima office boy tersebut.
Akibat penyekapan dan penganiayaan yang dialami, dua korban mengalami luka-luka dan trauma. Sementara satu korban lainnya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena kondisi kesehatannya terus menurun.
Polisi masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk peran masing-masing tersangka dan kemungkinan adanya pelanggaran pidana lainnya dalam aksi penyekapan yang berlangsung selama tiga pekan itu.