- REUTERS/Alberto Lingria
Napoli Makin Sulit Scudetto, Antonio Conte Siap Pamit di Akhir Musim demi Kembali ke Timnas Italia?
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Napoli, Antonio Conte, menanggapi pernyataan Presiden Aurelio De Laurentiis mengenai masa depannya setelah kekalahan 0-2 dari Lazio. Sang juru taktik bisa kembali menangani Timnas Italia.
Partenopei menderita kekalahan saat menjamu Lazio di Stadio Diego Armando Maradona pada Sabtu (18/4/2026) malam kemarin WIB. Gol-gol dari Matteo Cancellieri dan Toma Basic berhasil membawa tim tamu menang dengan skor 2-0.
Pelatih Antonio Conte menyadari bahwa timnya tidak bermain baik pada pertandingan ini. Dia pun mempermasalahkan ketidakmampuan timnya untuk melepaskan tembakan tepat sasaran.
“Ini bukan pertandingan yang bagus dari kami, kami menurunkan kualitas yang sangat minim di lini tengah. Lazio menunggu kami dan melakukan serangan balik. Kami menguasai bola hingga 70% dan tidak berhasil melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran,” kata Conte, sebagaimana dilansir dari Football-Italia.
“Kami sudah mempelajari pertandingan itu, tetapi kami tidak cukup bagus. Ketika tim ini kekurangan energi, kualitasnya menurun. Mungkin saya kurang peka dalam merasakan kemerosotan yang muncul setelah pertandingan melawan Parma,” sambungnya.
Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, langsung berbicara soal masa depan Antonio Conte setelah laga. Sang pelatih menanggapinya dengan santai, bahwa sang presiden bisa berbicara semaunya.
“Itu urusan presiden, dia bisa mengatakan apa pun yang dia inginkan, dalam istilah yang paling mutlak,” kata Conte.
“Saya tidak menanggapi presiden di depan umum. Jika saya melakukannya, saya melakukannya secara pribadi. Karena pada akhirnya, publik dan media tidak melihat hal lain,” lanjutnya.
Namanya merupakan salah satu yang dijadikan kandidat pelatih baru Timnas Italia. Seiring dengan kegagalan ke Piala Dunia untuk tiga edisi beruntun, posisi tersebut kosong karena ditinggal oleh Gennaro Gattuso.
Conte menyadari rumor yang sedang beredar. Namun demikian, dia enggan untuk menyatakan secara jelas mengenai masa depannya hingga musim ini berakhir.
“Saya tahu nama saya berguna untuk menjual koran dan mengisi program televisi. Terkadang frasa-frasa tersebut diambil di luar konteks dan diputarbalikkan. Semakin kita diam sampai musim berakhir, semakin baik,” sambungnya.
Napoli kini berada di peringkat kedua klasemen sementara kasta tertinggi Liga Italia, Serie A. Mereka merupakan peraih Scudetto musim lalu, namun gelar tersebut hampir pasti tidak bisa dipertahankan.
Inter Milan unggul dengan catatan 12 poin di puncak klasemen pada saat ini. Mereka bisa mengunci gelar pada pekan depan jika menang atas Torino selagi Napoli gagal mengalahkan Cremonese. (rda)