- REUTERS/Angelika Warmuth
Skandal Paspor Liga Belanda Sudah Sampai ke Italia, Media Lokal Singgung Para Pemain Timnas Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Kabar soal skandal paspor di Liga Belanda sudah sampai ke Italia. Para pemain Timnas Indonesia, seperti Dean James hingga Justin Hubner, menjadi pembahasan.
Para pemain skuad Garuda di Liga Belanda telah diganggu oleh laporan NAC Breda sejak pertengahan Maret lalu. Kekalahan 0-6 dari Go Ahead Eagles membuat NAC menempuh jalur hukum.
Dalam laga itu, Dean James bermain selama 75 menit untuk Go Ahead Eagles. Meski tak mencetak gol atau pun assist, kehadiran James terbilang ilegal di mata hukum.
James sudah dinaturalisasi sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) sejak Maret 2025. Oleh karena itu, dia kehilangan kewarganegaraan Belanda-nya dan memerlukan izin kerja untuk bisa berkarier.
Hal ini membuatnya dilarang bermain beserta para pemain naturalisasi lainnya. Tak hanya dari Indonesia, mereka yang dinaturalisasi Suriname dan juga Tanjung Verde mengalami hal yang sama.
Selain Dean James, ada tiga pemain Timnas Indonesia lain yang dilarang bermain untuk klubnya masing-masing. Mereka adalah Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, dan Tim Geypens.
Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) sudah mengambil putusan sejak beberapa pekan lalu bahwa mereka tidak akan menghukum Dean James maupun Go Ahead Eagles. Namun, NAC Breda tidak terima.
Mereka membawa kasus ini ke pengadilan dan kini menunggu vonis akhir. KNVB kini ketar-ketir karena jika NAC dinyatakan menang, maka ada 133 laga yang harus diulang di Liga Belanda dari berbagai divisi.
Kabar yang mengguncang Belanda tersebut kini telah sampai ke Italia. Di negeri pizza tersebut, belum ada permasalahan serupa yang menimpa para pemain Timnas Indonesia, yaitu Jay Idzes dan Emil Audero.
Namun, media Italia, Calcio e Finanza, mengangkat kisah skandal paspor di Liga Belanda tersebut. “Kekacauan di Eredivisie: musim ini mungkin tidak akan berakhir karena masalah paspor,” tulis media Italia tersebut.
“Kasus ini menyangkut kewarganegaraan ganda dan bisa melibatkan 133 pertandingan, yang mana bisa diminta untuk diulang,” tambahnya.
Calcio e Finanza menyadari bahwa kasus ini menyangkut para pemain Timnas Indonesia. Mereka yang dinaturalisasi kehilangan kewarganegaraan secara otomatis.
“Indonesia, Suriname, dan Tanjung Verde—bekas koloni atau negara dengan ikatan migrasi yang kuat ke Belanda—telah lama mulai memperkuat tim nasional mereka dengan pemain yang dibesarkan di Belanda. Namun menurut hukum Belanda, siapa pun yang secara sukarela memperoleh kewarganegaraan lain secara otomatis kehilangan kewarganegaraan Belanda-nya,” ulasnya.
Media Italia itu juga mengulas pernyataan para pemain yang menjadi korban karena kekukuhan NAC Breda. Tim Geypens dan Justin Hubner merupakan salah satunya.
“Jika benar bahwa saya kehilangan paspor Belanda saya, maka itu juga kesalahan saya, saya hanya bisa menyalahkan diri sendiri. Saya seharusnya menncari tahu lebih banyak,” kata Tim Geypens, dilansir dari Calcio e Finanza.
“Kami hanya bermain untuk negara kami,” kata Justin Hubner dalam laporan yang diangkat Calcio e Finanza tersebut. (rda)