- AC Milan
San Siro Memanas, Giorgio Furlani Jadi Sasaran Utama Protes Curva Sud di Laga AC Milan Akhir Pekan Ini
Jakarta, tvOnenews.com - Situasi panas tengah menyelimuti AC Milan jelang pertandingan akhir pekan di Stadion San Siro. Sorotan tidak hanya tertuju pada performa tim di atas lapangan, tetapi juga memanasnya hubungan antara manajemen klub dan kelompok suporter Rossoneri.
CEO AC Milan, Giorgio Furlani, dikabarkan bakal menjadi sasaran utama aksi protes yang tengah disiapkan para tifosi. Dilansir dari Sempremilan, sejumlah kelompok pendukung fanatik AC Milan disebut ingin meluapkan kekecewaan mereka terhadap arah kebijakan klub dalam beberapa musim terakhir.
Gelombang ketidakpuasan ini sebenarnya bukan hal baru di lingkungan Milan. Musim lalu, sebelum laga terakhir Serie A 2024/2025, ribuan suporter sempat melakukan demonstrasi besar-besaran di luar Casa Milan sebagai bentuk protes terhadap manajemen.
Aksi tersebut kemudian berlanjut hingga ke tribun San Siro dan menciptakan atmosfer yang tidak nyaman sepanjang pertandingan berlangsung. Ketika itu, banyak pendukung merasa klub kehilangan identitas dan gagal memenuhi ekspektasi besar para tifosi.
Kondisi semakin memburuk setelah hasil negatif yang diraih Milan dalam beberapa pekan terakhir. Kekalahan dari Sassuolo disebut menjadi titik yang kembali memicu kemarahan suporter terhadap jajaran petinggi klub.
Banyak pendukung menilai performa tim musim ini jauh dari standar AC Milan sebagai salah satu klub terbesar di Italia. Kritik pun terus mengalir, baik kepada manajemen maupun proyek jangka panjang yang sedang dibangun klub.
Meski tekanan dari suporter semakin besar, hingga kini belum ada tanda-tanda perubahan di level manajemen. Pemilik klub, Gerry Cardinale, disebut masih menaruh kepercayaan penuh kepada Giorgio Furlani untuk tetap memimpin operasional Rossoneri.
- REUTERS/Daniele Mascolo
Keputusan itu justru membuat kelompok ultras Curva Sud semakin aktif menyuarakan protes mereka. Mereka berharap tekanan dari tribun dapat memaksa klub melakukan evaluasi besar pada akhir musim nanti.
Menurut laporan dari jurnalis Pianeta Milan, Stefano Bressi, Curva Sud sudah menyiapkan aksi protes besar saat Milan tampil di San Siro akhir pekan ini. Demonstrasi tersebut diperkirakan tidak hanya berlangsung di luar stadion, tetapi juga bisa terdengar langsung dari tribun penonton.
Meski demikian, dukungan terhadap pemain disebut tetap menjadi prioritas utama para suporter. Di tengah kritik keras kepada manajemen, tifosi Milan tetap ingin memberikan semangat penuh kepada skuad agar mampu menyelesaikan musim dengan hasil terbaik.
Situasi ini menunjukkan bahwa hubungan antara manajemen dan suporter sedang berada di titik paling sensitif dalam beberapa tahun terakhir. Banyak tifosi mulai mempertanyakan arah klub, terutama setelah sejumlah keputusan transfer dan kebijakan internal dianggap tidak memberikan dampak positif.
Nama Giorgio Furlani pun terus menjadi bahan perdebatan di kalangan pendukung Milan. Sebagian suporter menilai dirinya gagal membawa klub berkembang, sementara pihak lain masih percaya proyek yang dijalankan membutuhkan waktu lebih panjang.
Perdebatan serupa juga ramai terlihat di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Banyak pendukung meminta perubahan besar dilakukan sesegera mungkin agar Milan tidak kembali mengalami musim yang mengecewakan.
Tidak sedikit pula yang mulai menyeret nama Gerry Cardinale sebagai pihak yang harus bertanggung jawab atas situasi ini. Mereka menilai persoalan Milan bukan hanya soal performa di lapangan, melainkan juga arah kepemimpinan klub secara keseluruhan.
Namun di tengah derasnya kritik, masih ada sebagian tifosi yang memilih mendukung manajemen saat ini. Mereka percaya AC Milan tetap memiliki fondasi kuat dan hanya membutuhkan pembenahan di beberapa sektor penting.
(sub)