- REUTERS/Daniele Mascolo
Sebelum Dipecat AC Milan, Allegri Ternyata Pernah Hampir Direkrut Inter Usai Raih Scudetto Liga Italia
Jakarta, tvOnenews.com - Giuseppe Marotta membongkar cerita menarik di balik pencarian pelatih Inter Milan pada musim panas 2021. Presiden Nerazzurri itu mengaku sempat melakukan pendekatan kepada Massimiliano Allegri sebelum akhirnya memilih Simone Inzaghi sebagai pelatih baru klub.
Pengakuan tersebut disampaikan Marotta dalam wawancaranya bersama DAZN. Pernyataan itu langsung menarik perhatian publik Italia karena mengungkap fakta yang selama ini jarang diketahui para pendukung Inter.
Saat itu, Inter Milan memang sedang berada dalam situasi sulit setelah Antonio Conte memutuskan hengkang. Kepergian Conte terjadi tidak lama setelah Nerazzurri sukses meraih gelar Serie A dan mengakhiri dominasi Juventus di Liga Italia.
Inter kemudian bergerak cepat mencari sosok pengganti yang dianggap mampu menjaga stabilitas tim. Nama Simone Inzaghi akhirnya dipilih, tetapi ternyata Allegri sempat menjadi salah satu kandidat serius untuk mengisi kursi pelatih Nerazzurri.
Marotta mengaku dirinya bahkan sudah bertemu langsung dengan Allegri sebelum keputusan final diambil. Namun pada akhirnya, Inter merasa Simone Inzaghi merupakan pilihan paling tepat untuk melanjutkan proyek klub saat itu.
Meski demikian, Marotta tidak menjelaskan secara rinci alasan mengapa Allegri gagal bergabung ke Giuseppe Meazza. Ia hanya menegaskan bahwa proses pencarian pelatih dilakukan dengan penuh pertimbangan demi menjaga masa depan tim.
Dalam wawancara tersebut, Marotta juga berbicara soal perjalanan Inter di Liga Champions. Meski beberapa kali berhasil mencapai final, Nerazzurri masih belum mampu mengangkat trofi dalam empat kesempatan terakhir.
Walau begitu, pria berusia 69 tahun itu tetap bangga dengan perkembangan Inter dalam beberapa musim terakhir. Menurutnya, Liga Champions tetap menjadi mimpi besar yang terus ingin dikejar oleh klub biru-hitam asal Kota Milan tersebut.
Marotta menilai kesuksesan tidak boleh membuat sebuah klub berhenti berkembang. Karena itu, Inter disebut selalu langsung kembali menyusun rencana baru setiap kali musim berakhir.
Selain membahas Inter, Marotta juga mengenang masa-masa ketika dirinya masih bekerja di Juventus. Ia menilai Juventus dan Inter merupakan dua klub besar dengan karakter serta dinamika yang berbeda.