- REUTERS/Daniele Mascolo
Gerry Cardinale Mengamuk Usai AC Milan Keok dari Benfica, Ruben Amorim Dituntut Lakukan Perbaikan Total
Jakarta, tvOnenews.com - AC Milan menjadi sorotan setelah kalah 0-2 dari Benfica di Liga Europa. Performa Rossoneri dinilai belum sesuai harapan setelah belanja besar pada musim panas.
Kekalahan tersebut menjadi yang pertama bagi Milan pada musim ini. Namun, persoalan Rossoneri disebut tidak hanya berkaitan dengan hasil pertandingan.
Jurnalis Sky Sport Italia, Peppe Di Stefano, menilai Milan mulai menunjukkan sejumlah tanda mengkhawatirkan. Ia melihat adanya penurunan performa secara taktik dalam beberapa pertandingan terakhir.
"Penampilan kemarin secara keseluruhan buruk dan tidak memadai," ujar Di Stefano seperti dikutip MilanNews. Menurutnya, kekalahan dari Benfica menjadi titik ketika berbagai persoalan Milan terlihat jelas.
Di Stefano juga menyoroti gaya bermain Milan yang belum sesuai dengan ekspektasi. Permainan dominan dan agresif yang sebelumnya diharapkan justru belum terlihat di lapangan.
"Terjadi penurunan total dalam permainan dominan, berbasis penguasaan bola, dan agresif yang seharusnya kita lihat," katanya. Kondisi tersebut membuat proyek Ruben Amorim kembali mendapat perhatian.
Milan juga dinilai belum memiliki pola serangan yang konsisten. Rossoneri lebih sering mengandalkan aksi individu untuk menciptakan peluang berbahaya.
Menurut Di Stefano, Diego Moreira dan Christian Pulisic menjadi beberapa pemain yang mampu memberikan momen berbeda. Namun, kontribusi individual tersebut belum cukup untuk mengangkat permainan tim secara keseluruhan.
Situasi tersebut membuat sistem rotasi Amorim ikut dipertanyakan. Di Stefano menilai terlalu banyak perubahan justru membuat Milan kesulitan menemukan komposisi terbaik.
"Tim ini tidak bisa bermain tanpa Pulisic, Modric, Rabiot, dan pemain seperti Diego Moreira," ujar Di Stefano. Ia menilai keputusan mengenai susunan pemain harus segera dibuat oleh Amorim.
Di Stefano bahkan menyebut Milan tidak memiliki pemimpin saat menghadapi Benfica. Ia mengacu pada pandangan Riccardo Montolivo yang menilai kepribadian Rossoneri masih kurang.
Persoalan lain muncul dari sejumlah eksperimen yang dilakukan Amorim. Di Stefano menilai beberapa ide yang dicoba sejak pramusim belum memberikan hasil sesuai harapan.
Loftus-Cheek disebut menjadi salah satu eksperimen yang berjalan buruk. Chukwueze juga dinilai belum mampu memberikan dampak ketika dimainkan sebagai bek kanan.