news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kiper Timnas Indonesia Emil Audero.
Sumber :
  • tvonenews.com - Ilham Giovani

Emil Audero Cs Diserang, Rayo Vallecano Buka Suara usai Laga Kontra Athletic Bilbao Ditangguhkan

Rayo Vallecano buka suara setelah para pemain diserang fans sendiri dalam laga kontra Athletic Bilbao. Emil Audero termasuk yang berada di lapangan pada laga itu.
Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:00 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Rayo Vallecano buka suara setelah para pemain diserang fans sendiri dalam laga kontra Athletic Bilbao. Emil Audero termasuk yang berada di lapangan pada laga itu.

Sang penjaga gawang baru kembali ke Spanyol setelah membantu Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Dia menjadi pahlawan dalam laga final melawan Thailand pada Senin (5/10/2026) lalu.

Audero pun disambut dengan penghargaan oleh rekan-rekan setimnya sebelum laga melawan Athletic Bilbao pada Sabtu (10/10/2026) malam kemarin WIB. Namun demikian, pertandingan itu hanya bertahan selama beberapa menit.

Mulai menit ke-13, para pendukung Rayo melempari lapangan dengan beberapa pesawat kertas serta benda-benda lainnya. Setelah sempat mereda, lemparan kembali terjadi dan laga dianggap tidak aman untuk dilanjutkan.

Para fans Rayo melakukan hal ini sebagai bentuk protes terhadap Presiden klub, Raul Martin Presa. Alhasil, pertandingan pun harus ditangguhkan hingga kini dan tidak jelas kelanjutannya.

Setelah laga dihentikan, Rayo merilis pernyataan resmi yang mengutuk aksi sejumlah pendukung di laga ini. Hal ini dianggap mencoreng Rayo Vallecano.

“Rayo Vallecano de Madrid, SAD ingin mengutuk sekeras-kerasnya dan tanpa keraguan sedikit pun peristiwa yang terjadi hari ini di Stadion Vallecas, yang menyebabkan penangguhan pertandingan melawan Athletic Club de Bilbao,” demikian pernyataan resmi klub.

“Ini bukanlah peristiwa acak atau tidak disengaja, melainkan tindakan yang telah direncanakan dan dipersiapkan sebelumnya oleh para pemimpin intelektual dari sebuah kelompok terorganisir, dan kemudian dilaksanakan hari ini oleh anggota kelompok tersebut, dengan satu-satunya tujuan untuk menghentikan pertandingan hingga akhirnya ditangguhkan, seperti yang telah terjadi,” tambahnya.

“Dengan cara ini, keselamatan para pemain dan wasit yang hadir di lapangan terancam, begitu pula kebebasan mereka untuk menjalankan tugasnya dan kebebasan sebagian besar penggemar yang datang ke stadion sore ini, yang satu-satunya tujuan mereka adalah menonton pertandingan sepak bola. Dan tentu saja, Rayo Vallecano de Madrid sendiri mengalami kerugian serius, citranya tercoreng parah,” lanjutnya.

Sejatinya, Rayo telah berupaya mencegah hal semacam ini terjadi. Kemudian, mereka meminta perlindungan polisi agar hal semacam ini tidak terjadi lagi.

“Rayo Vallecano de Madrid, SAD menginformasikan Kepolisian Nasional dan Kepolisian Kota tentang pertemuan yang diadakan kemarin oleh anggota kelompok Bukaneros di bawah merek mereka yang lebih ramah, Plataforma ADRV dan Federación de Peñas, untuk mencegah penjualan produk yang diduga ilegal yang komersialisasinya dapat dianggap sebagai kejahatan kebencian terhadap presidennya dan terhadap entitas itu sendiri,” sambungnya.

“Serangan terhadap Rayo Vallecano de Madrid ini telah direncanakan dengan cermat, karena untuk pelaksanaannya diperlukan koordinasi logistik material, seperti kertas cetak dan bola berdiameter 2 cm, serta organisasi yang mengoordinasikan semua tindakan ini secara bersamaan,” tambahnya.

Mereka menyadari bahwa ini bukanlah pertama kalinya hal semacam ini terjadi. Oleh karena itu, mereka yang bertanggung jawab atas peristiwa ini akan ditindak.

“Rayo Vallecano de Madrid, SAD akan meminta rekaman video dari pihak berwenang yang berwenang untuk mengidentifikasi semua individu di tribun yang melempar benda ke lapangan untuk menghentikan pertandingan, agar peraturan internal klub dapat diterapkan kepada mereka,” tulisnya.

“Rayo Vallecano de Madrid, para pemainnya dan sebagian besar penggemarnya, serta staf wasit, para pemain Athletic Club dan penggemar klub ini yang datang ke stadion, semuanya adalah korban serangan terhadap hak dan kebebasan mereka, yang dilakukan oleh kelompok intoleran yang terorganisir,” pungkasnya. (rda)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral