- REUTERS/Piroschka Van De Wouw
Semua Wakil Italia Kalah di Liga Champions, Cesc Fabregas: Ini Lebih Sulit daripada Piala Dunia
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, berani bersaksi bahwa Liga Champions lebih sulit ketimbang Piala Dunia. Hal ini disampaikan setelah kekalahan dari Feyenoord Rotterdam.
I Lariani bertandang ke De Kuip pada Rabu (14/10/2026) malam untuk pekan kedua Liga Champions. Mereka mengawali permainan dengan baik usai Assane Diao membuka skor di menit ke-18.
Namun, hanya dua menit kemudian, Feyenoord menyamakan kedudukan melalui Gjivai Zechiel. Di paruh kedua, tuan rumah mengambil alih kendali permainan berkat gol Anis Hadj Moussa di menit ke-52 dan gol bunuh diri Robert Sanchez di menit ke-81.
Como berupaya mengejar. Namun, gol Anastasios Douvikas hanya mampu memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3, yang bertahan hingga duel berakhir di Rotterdam.
Dengan hasil ini, maka semua wakil Italia telah menderita kekalahan pada pekan kedua. Sebab, di malam yang sama, AS Roma kandas 3-4 dari Real Madrid usai sempat unggul 3-1.
Sedangkan Inter Milan takluk 3-4 juga dari Club Brugge dan Napoli ditaklukkan Villarreal dengan skor 1-3. Bagi Como sendiri, ini merupakan kekalahan pertama mereka karena di matchday pertama, Lariani menang telak 4-1 atas RB Leipzig.
Como masih menjadi satu-satunya wakil Italia yang meraih kemenangan di Liga Champions pada musim ini. Pelatih Cesc Fabregas menegaskan bahwa kekalahan dari Feyenoord akan menjadi pelajaran penting untuk timnya.
“Ini adalah pertumbuhan yang berkelanjutan, ini adalah pertandingan tandang Eropa pertama kami. Kami terus belajar,” katanya, seperti dilansir Tuttomercatoweb.
Fabregas beralasan bahwa tampil di tiga kompetisi secara bersamaan bukanlah hal yang mudah. Namun, dia mengakui bahwa Feyenoord memang pantas untuk menang.
“Kami harus mengelola tiga kompetisi dan mungkin saya membuat beberapa pilihan yang salah. Masalahnya adalah kebobolan 1-1 di awal pertandingan. Dalam 30 menit terakhir kami mendominasi, tetapi mereka pantas menang,” tambahnya.
Fabregas tidak pernah menjuarai Liga Champions sepanjang kariernya sebagai pemain. Namun, dia pernah menjadi penggawa Spanyol yang menjadi juara Piala Dunia pada 2010.
Sebagai pelatih, dia pun merasakan bahwa Liga Champions adalah kompetisi tersulit untuk dimenangkan. Bahkan, dia mengklaim bahwa turnamen ini lebih sulit dimenangkan ketimbang Piala Dunia.
“Liga Champions adalah kompetisi terkuat. Levelnya lebih tinggi di sini daripada di Piala Dunia.. Kemarin Bayern kesulitan dengan pemain inti mereka, Barcelona juga… sangat sulit untuk bermain tandang di Liga Champions, tetapi saya tenang,” katanya, mengambil contoh hasil imbang Bayern Munich dengan skor 3-3 kontra Viking di Norwegia.
“Ini adalah hadiah untuk klub ini dan saya akan terus mengatakannya. Kita akan sampai di sana selangkah demi selangkah, kita punya jalan yang harus diikuti. Kita perlu tetap tenang dan konsisten,” pungkasnya. (rda)